NASIONAL

Selasa, 22 November 2011 | 11:15 WIB

Konstalasi PKS: Sumatera Vs Indonesia Timur

R Ferdian Andi R
Konstalasi PKS: Sumatera Vs Indonesia Timur
Anis Matta Foto : Ist

INILAH.COM, Jakarta - Konstalasi di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diam-diam mengalami tensi meninggi. Ini bermula dari reshuffle kabinet hingga rotasi di internal Fraksi PKS DPR RI. Bagaimana peta terkini?

Rotasi internal Fraksi PKS DPR RI Selasa (15/11/2011) pekan lalu sejatinya bukan rotasi biasa. Ada implikasi politik di internal PKS. Bahkan, rotasi pekan lalu itu disebut-sebut menjadi simbol runtuhnya kubu Anis Matta di PKS.

Tidak berlebihan bila kubu Anis Matta tengah tak berkibar saat ini. Perpindahan Fahri Hamzah dari Wakil Ketua Komisi Hukum DPR ke Komisi Perdagangan dan Perindustrian merupakan pukulan telak bagi Anis Matta Cs. Apalagi, mulanya Fahri Hamzah diplot ke Komisi Keuangan sebagai Wakil Ketua namun dalam rapat pleno Fraksi PKS, Fahri justru terdampar di pos lamanya.

Hal lainnya yang menjadi simbol keruntuhan kubu Anis Matta di PKS, juru bicara bidang politik di PKS untuk media massa yang biasanya dipegang Mahfudz Siddiq dan Fahri Hamzah, sejak rapat pleno Selasa (15/11/2011) lalu dikabarkan akan beralih ke Mardani, pengurus DPP PKS Bidang Kehumasan yang baru dilantik sebagai anggota DPR menggantikan Arifinto. "Peran Fahri dan Mahfudz dalam hubungan dengan media secara pelan-pelan akan digeser oleh Mardani," ungkap sumber INILAH.COM di parlemen, Senin (21/11/2011).

Ketika dikonfirmasi tentang perubahan posisi Juru Bicara di PKS, Mardani membantah tentang perubahan tersebut. Hanya saja dia tidak menampik bila dirinya memang ditunjuk sebagai Koordinator Bidang Kehumasan. "Saya ketua Bidang Koordinasi Kehumasan," katanya melalui pesan singkat, kepada INILAH.COM, Senin (21/11/2011).

Namun Mardani menegaskan, hingga saat ini, posisi Juru Bicara PKS masih dipegang enam orang di antaranya Mahfudz Siddiq dan Fahri Hamzah. "Sementara Pak Mahfud dan Fahri Hamzah masih dua di antara enam jubir, selain Pak Lutfi, Pak Anis, Mustafa Kamal dan Agus Purnomo. Belum ada perubahan," cetusnya.

Selain perubahan jubir di PKS, walau hal ini dibantah oleh Mardani, komposisi kepengurusan di fraksi di pos-pos kunci praktis didominasi kader PKS yang berasal dari Sumatera. "Ketua Fraksi Mustafa Kamal dari Palembang, Sekretaris Fraksi Abdul Hakim dari Lampung, dan jajaran kunci lainnya seperti al-Muzammil Yusuf juga dari Lampung," beber sumber tersebut.

Namun ketika disebut bukankah ada Zulkifliemansyah yang juga diuntungkan dari rotasi di Fraksi PKS yang tidak berasal dari Sumatera, justru dari NTB (Indonesia Timur), sumber tersebut berkelit, penempatan Zulkifiliemansyah sebagai upaya psywar dengan kubu Anis Matta.

"Zulkifliemansyah selama ini kan tidak akur dengan Anis Matta, nah penempatan Zul di Wakil Ketua Komisi XI ibarat ngeledek Anis Matta, untuk adu-domba," tambahnya. Namun gambaran ketegangan di internal PKS pasca-rotasi Fraksi PKS tampak terbantahkan dalam Rapat Kerja Fraksi PKS selama dua hari di Lembang, Bandung akhir pekan lalu.

Salah satu peserta Raker Fraksi PKS yang enggan disebutkan namanya menggambarkan rapat internal fraksi PKS di komplek kediaman Ketua Majelis Syura PKS tersebut sama sekali tidak ada aura ketegangan antarkader PKS,"Bang Fahri dan yang lain akur, tidak ada masalah," bebernya.

Dia menyebutkan Fahri Hamzah dan beberapa nama yang disebut berada di kubu Anis Matta secara serius mengikuti serangkaian agenda dalam rapat kerja yang diikuti seluruh anggota fraksi PKS dan Tenaga Ahli Fraksi itu. "Ustadz Anis Matta tidak hadir bukan karena boikot, beliau ke Aceh menghadiri konsolidasi di DPW PKS Aceh," tambahnya.

PKS berbeda dengan partai politik lainnya dalam mengelola konflik di internal. Posisi Majelis Syura yang cukup dominan dan disegani, menjadi kunci pemersatu perbedaan pandangan dalam merespons suatu isu. Sistem di internal PKS cukup kuat untuk manajemen konflik di internal.

Hanya saja, PKS sebagai partai politik juga tak lekang dengan intrik politik di internal. Kasus Yusuf Supendi yang mencuat beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh, instrumen di internal PKS nyatanya kebobolan juga dengan mencuatnya konflik Yusuf Supendi versus pengurus partai.

Bagaimanapun, fakta yang tak terbantahkan saat ini, rotasi PKS pada akhirnya menjadi ajang mobilisasi vertikal beberapa kader. Sebaliknya, di saat bersamaan, rotasi ini juga menyingkirkan kader dari gelanggang.

Bila selama ini muncul diktum faksi keadilan versus faksi kesejahteraan, kini mencuat penamaan faksi di PKS yakni faksi Sumatera versus faksi Indonesia Timur. Kini, Faksi Sumatera yang disebut-sebut tengah berkibar. Kita lihat saja perkembangan dan kebenarannya. [mdr]

#pks #anis matta #fahri hamzah
BERITA TERKAIT
Tetap Oposisi, PKS Ingin Pemerintah Berkualitas
PKS:Oposisi Jalan Terbaik Istiqomah Bersama Rakyat
PKS Ajak Umat Jaga Persatuan Indonesia
Mendagri Harap Kursi Wagub DKI Segera Terisi
Anis Matta Bakal Keluar Dari PKS dengan Alasan Ini
Sinyal Oposisi, PKS Gaungkan #KabinetRamping
Paripurna Pemilihan Wagub Molor, Ini Kata Mendagri

kembali ke atas