METROPOLITAN

Minggu, 27 November 2011 | 03:24 WIB

Kesejahteraan Guru Harus Sama Dengan Bankir

Ajat M Fajar
Kesejahteraan Guru Harus Sama Dengan Bankir
Tantowi Yahya inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Bakal Calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta Tantowi Yahya kembali melakukan safari sosialisasi guna memuluskan langkahnya menuju kursi DKI 1. Sosialisai yang dilakukan ini mengangkat momen hari guru yang jatuh pada Jumat (25/11/2011) kemarin.

Dengan momentum hari guru tersebut, Tantowi yang merupakan Balon dari Partai Golkar ini melakukan pendekatan dengan para guru di wilayah Grogol, tepatnya di TK PAUD MELATI, Jalan Dr. Semeru 2. Dalam kunjungan tersebut, Tantowi sempat menyinggung mengenai kesejahteraan para guru yang dinilai perlu ditingkatkan lagi.

"Masih ada kesenjangan pendapatan, tunjangan, dan fasilitas yang diterima oleh guru tidak tetap, menunjukkan bahwa pemerintah berlaku diskriminatif dengan mengelompokkan status guru. Pemerintah, mengelompokkan guru menjadi Guru PNS, PNS Depag, PNSDPK, Guru Bantu, Guru Honor Daerah, Guru Tetap Yayasan, dan Guru tidak Tetap," ujar Tantowi dalam rilisnya yang diterima INILAH.COM, Sabtu (26/11/2011).

Menurut Tantowi, guru PNS seyogianya bisa mendapatkan gaji sebesar Rp6 juta per bulan, sementara guru honorer hanya mendapatkan bantuan honor dari dana BOS yang besarnya bervariasi antara Rp200-500 ribu.

Dalam kesempatan tersebut, Tantowi mengangkat peran dan posisi guru dimatanya sangat penting, karena kedudukan dan peranan guru dinilai sangat strategis dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, komprehensif, dan bermartabat.

Bahkan kehadiran sosok guru di kelas adalah penting. Sehingga tugas dan perannya tidak bisa digantikan oleh internet atau jaringan komunikasi secanggih apapun juga. Di negara maju sekalipun guru tetaplah sosok utama yang memberikan pengajaran dan pendidikan, menularkan ilmu dan pengalaman, serta mentransfer nilai-nilai kepada peserta didik.

"Jadi betapapun pesatnya perkembangan teknologi canggih, kehadiran sosok seoarang guru di kelas sangatlah penting. Melalui pertemuan face to face, sosok guru tetap dibutuhkan untuk menularkan nilai-nilai, karena itu, sangat penting bagi bangsa dan negara ini, untuk memberikan perhatian lebih kepada guru," ungkapnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi I DPR ini menilai, peringatan Hari Guru ini harus bisa menjadi momentum untuk mengangkat posisi guru, dengan meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan mereka. Khusus untuk kesejahteraan para guru,

"Kita harapkan tidak ada lagi kisah-kisah pilu para guru yang terpaksa nyambi sebagai tukang ojek atau pemulung karena gaji dari profesinya sebagai pengajar tidak cukup makan seminggu. Karena itu, berikan gaji tinggi kepada para guru. Kalau perlu, gaji yang diberikan kepada guru, setara atau malah lebih tinggi dari bankir, " pungkasnya. [gus]

#tantowi yahya #keracunan #makanan
BERITA TERKAIT
Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggaran di Tol
2020, Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggar Lalin
58 Personel Polres Jakbar Raih Pin Emas Kapolri
Dugaan Pungli BLP, Ombudsman: Laporkan Jika Ada
Tanggul Jebol, Anies: Itu Kawasan Dikelola PUPR
DPRD Khawatir Sewa Jaringan Utilitas Bebani Warga
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Hari Ini

kembali ke atas