GAYA HIDUP

Senin, 05 Desember 2011 | 13:25 WIB
(Terapkan Pembiayaan Inovatif)

Novartis Indonesia Gandeng Askes

Dahlia Krisnamurti
Novartis Indonesia Gandeng Askes
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM,Jakarta - Dalam rangka memperbesar akses pengadaan obat untuk penyakit tidak menular, PT Novartis Indonesia menjalin kemitraan dengan Asuransi Kesehatan (ASKES) dalam hal pembiayaan inovatif.

"Hampir 50 persen dari total biaya penyembuhan suatu penyakit adalah biaya pengobatan. Karenanya Novartis memperkenalkan model pembiayaan inovatif agar akses obat lebih terjangkau," kata Presiden Direktur PT Novartis Indonesia, Lutfhi Mardiansyah dalam siaran persnya yang diterima INILAH.C0M, Minggu,(4/12).

Luthfi menjelaskan, selama ini model Inovative Pricing (pembiayaan model inovatif) masih belum dikenal dan dipahami oleh berbagai pihak, sehingga diperlukan edukasi untuk mengenal lebih jauh dan memahami bagaimana aplikasinya oleh para penjamin pembiayaan kesehatan seperti asuransi.

"Novartis merupakan satu-satunya penggagas model pembiayaan semacam ini di tanah air."

"Memang diperlukan edukasi. Dan Ini juga komitmen untuk membantu menyehatkan masyarakat Indonesia dengan mendukung peningkatan akses obat-obatan," jelasnya.

Menurut Luthfi, melalui kemitraan tersebut diharapkan peserta Askes akan makin banyak terjangkau obat-obatan inovatif untuk penyakit tidak menular yang dimiliki Novartis, seperti kanker, hipertensi dan lainnya.

Disisi lain, lembaga pembiayaan seperti Askes dan rumah sakit tidak perlu kuatir atas pembiayaan pasien karena lebih terjangkau.

"Sudah banyak obat-obatan inovatif Novartis masuk dalam daftar pengobatan Askes. Ke depan kami berharap makin meningkat, tambah Luthfi.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Askes Indonesia dr. Umbu Marisi menyambut baik inisiatif dan komitmen Novartis Indonesia dalam membantu menyediakan akses pengobatan terhadap pasien.

Pasalnya, penyediaan pengobatan inovatif biayanya cukup tinggi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.

"Kami berharap manfaatnya tidak hanya bagi peserta Askes tapi juga dalam daftar pengobatan seluruh masyarakat Indonesia melalui sistem Universal Coverage, katanya.

Saat ini pengobatan inovatif dari Novartis yang tersedia pada Program Askes termasuk untuk penyakit hepatitis B kronik, antiparkinson, hipertensi, dan thalassemia.

Ke depan diharapkan lebih banyak lagi obat yang dapat dipertimbangkan penggunaannya," ujarnya.

Sebelumnya, Prof Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengungkapkan, beban biaya pasien tidak hanya dihitung dari penderita. Namun juga melibatkan beban ongkos yang harus ditanggung keluarga.

Mengingat pasien membutuhkan perawatan jangka panjang dan belum tentu langsung bisa dilayani oleh pusat layanan kesehatan dengan berbagai alasan, maka biaya yang ditimbulkan bisa makin besar.

"Dampak ini akan dirasakan paling kuat di kelompok sosial ekonomi rendah, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana jaring pengaman sosial, seperti asuransi kesehatan universal belum memadai," ungkap Hasbullah. [mor]

#askes #novartis
BERITA TERKAIT
Kim Pamer Koleksi Terbaru Ready to Wear
Dukungan Penyediaan Obat Kelangsungan Program JKN
(Jaga Sumber Air untuk Hidup Sehat) Ribuan Relawan Gelar Aksi Bersih Sungai
Kenali Manfaat Sarang Burung Walet untuk Kesehatan
(Raih Juara Sprint Distance) Tips Sehat Ala Jauhari Johan
Tips Raih Prestasi di Ajang Triathlon
(Herbalife Bali International Triathlon 2019) Ajang Sport Turism Tingkatkan Kunjungan Wisata

kembali ke atas