METROPOLITAN

Senin, 05 Desember 2011 | 16:47 WIB

Penusuk Raafi kabur Gunakan Mobil Dinas Lemhanas

Irvan Ali Fauzi
Penusuk Raafi kabur Gunakan Mobil Dinas Lemhanas
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Sebuah plat nomor mobil dinas Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) menjadi barang bukti dalam gelar kasus pembunuhan siswa SMA Pengudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin. Apakah pelaku pembunuhan tersebut adalah anak dari pejabat Lemhanas?

Seperti diungkap Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto, saat polisi menangkap SMFA alias F, tersangka pelaku penusukan tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti dari rumah tersangka, di antaranya dua buah mobil Ford Everest dengan nomor polisi B-234-BL dan Toyota Fortuner dengan nomor polisi B-510-OD.

Menurut Imam, saat tersangka ditangkap, polisi menemukan mobil Ford Everest tersebut mengenakan plat nomor dinas Lemhanas dengan nomor 5234-12. Namun, belum diketahui, apakah plat nomor dinas tersebut asli atau palsu.

"Asalnya ada di mobil Ford Everest, kita lakukan penyitaan karena ada di rumah tersangka," kata Imam di Markas Polres Jakarta Selatan, Senin (5/12/2011).

Saat ditanya mengenai kemungkinan plat nomor dinas Lemhanas tersebut milik orang tua tersangka, Imam menegaskan bahwa pelaku melakukan pembunuhan tersebut tidak melibatkan orang tuanya. Mobil itu disita, hanya karena digunakan pelaku untuk melarikan diri dari tempat kejadian perkara.

Imam juga membantah mengaitkan pelaku penusukan tersebut dengan sebuah organisasi masyarakat. "Bukan dari Ormas, selain itu sementara tidak berkaitan dengan orang tuanya. F ini adalah pekerja swasta," tegas Imam.

Sebelumnya F ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Raafi Aga Winasya Benjamin. F terancam dikenai pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara selama-lamanya 15 tahun, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 5 tahun penjara, dan pasal 351 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu 5 tersangka lainnya, yang ikut membantu F mengeroyok Raafi, diancam Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan den ancaman 5 tahun penjara.[bay]

#kriminal #pembunuhan #sma #pangudi #luhur
BERITA TERKAIT
BPRD Tagih Pajak ke Rumah Para Penunggak
(Operasi Zebra Jaya) Polisi Amankan 800 Kendaraan Bermasalah Pajak
BPN Kota Depok Tertibkan Warga Berdalih Verponding
Anies Temui Pembalab Formula E Asal Belgia
Banyak Nama Cawagub, Anies: Harus Bisa Kerja Sama
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Hari Ini
Lagi, Prostitusi Berkedok Karaoke Ditutup Anies

kembali ke atas