PASAR MODAL

Selasa, 06 Desember 2011 | 03:00 WIB
(Aji Martono)

Jalan Tol dan Properti, Ada Simbiosis Mutualisme

Ahmad Munjin
Jalan Tol dan Properti, Ada Simbiosis Mutualisme
Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Saham-saham sektor infrastruktur jalan tol dinilai sangat prospektif. Apalagi, emiten yang merambah properti seperti JSMR. Sebab, ada simbisis mutualisme jalan tol-properti.

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, sektor infrastruktur jalan tol dengan properti merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Properti akan bagus, jika infrastruktur jalannya tersedia dengan baik.

Menurutnya, pengembang properti, akan dengan mudah menjualnya jika akses jalan tolnya juga mudah. Jika tidak ada jalan tol, apa mau orang tinggal di Cibubur, Bekasi atau Tangerang dengan penghidupan di Jakarta. Jadi, ada simbiosis mutualisme antara properti dengan jalan tol, katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (5/12), saham PT Jasa Marga (JSMR.JK) stagnan di level Rp3.800; PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP.JK) naik Rp10 (0,67%) ke level Rp1,490; PT Bakrieland Development (ELTY.JK) turun Rp1 (0,92%) ke level Rp107; dan PT Rukun Raharja (RAJA.JK) naik Rp130 (25%) ke level Rp630 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Hingga akhir tahun, bagaimana Anda melihat prospek saham-saham sektor infrastruktur jalan tol?

Saham BUMN yakni JSMR menjadi leader di sektor jalan tol, diikuti CMNP dan RAJA. Tapi, ELTY juga sudah menggarap jalan tol selain properti. Kinerja emiten sektor ini cukup baik sehingga harga sahamnya sangat prospektif. Sebab, hingga saat ini masih tidak seimbang antara load dari kendaraan dengan lebarnya jalan. Karena itu, ruas-ruas lain yang dikerjakan JSMR dan emiten tol lainnya akan memberikan revenue yang signifikan.

Selain itu?

Dengan kenaikan tarip tol tiap tahunnya yang disesuaikan dengan inflasi, tentu mumpuni menambah cash perusahaan di sektor ini. Termasuk RAJA, meski dalam kategori saham lapis kedua, Jumat (2/12), mengalami autoreject karena kenaikan 23%. Semua saham di sektor ini sangat prospektif.

Bagaimana dengan JSMR yang sudah mulai merambah ke sektor properti?

Itu sangat positif. Sebab, infrastruktur jalan tol dengan properti merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Properti akan bagus, jika infrastruktur jalannya tersedia dengan baik. Pengembang properti, akan dengan mudah menjualnya jika akses jalan tolnya mudah.

Jika tidak ada jalan tol, apa mau orang tinggal di Cibubur, Bekasi atau Tangerang dengan penghidupan di Jakarta. Jadi, ada simbiosis mutualisme antara properti dengan jalan tol. Karena itu, jalan tol yang dibangun JSMR akan membuka akses dengan mudah ke pengembang properti emiten ini. Dari sisi kinerja pun, JSMR masih kinclong, leader dan jadi mesin uang pemerintah sebagai operator tol Jagorawi maupun Cikampek.

Bagaimana dengan faktor valuasi?

Dari sisi valuasi Price Earnings Ratio (PER) 2011, memang CMNP paling murah 5,75 kali; sedangkan JSMR 18,24 kali; ELTY 21,67 kali; dan RAJA 28,89 kali. CMNP juga berencana Right Issue tanpa HMETD (pemesanan efek terlebih dahulu) di level Rp1.200. Memang, CMNP paling murah, tapi leader di sektor ini tetap saja JSMR karena total asetnya yang luar biasa.

Kalau begitu, berapa target harga saham-saham tersebut hingga akhir 2011?

Hingga akhir 2011, saya targetkan, harga JSMR akan kembali ke harga tertingginya Rp4.225 yang sekaligus sebagai resistance dan support di level Rp3.675. Begitu juga dengan CMNP yang akan terus bergerak menuju level tertingginya Rp1.740 dengan PER yang kecil dan support di angka Rp1.440.

Sementara itu, fluktuasi saham ELTY tidak pasti. Target resistance Rp124 dengan support Rp98. Sedangkan RAJA naik ke level resistance Rp520 pada Jumat (2/12) yang merupakan titik balik di level resistance. Resistance selanjutnya sebenarnya adalah Rp640 dengan support Rp460.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy untuk JSMR dan CMNP. Penurunan saham JSMR dan CMNP justru memberikan potential up yang signifikan. Sedangkan untuk ELTY dan RAJA, dengan pola trading jangka pendek, saya rekomendasikan speculative buy. Terutama RAJA yang ujug-ujug meroket dengan volume transaksi cukup besar.

BERITA TERKAIT
Energi AS, Dulu Kekurangan Sekarang Melimpah
PT Surya Toto Siapkan Rp30,9 Milar Bagi Dividen
Harga Minyak Berjangka Berakhir Terbatas
PGN Raih 3 Penghargaan MarCom Awards 2019
Inilah Pemicu Harga Emas Berjangka Jatuh
Ini Tuduhan Terbaru Trump tentang Kecurangan China
Bursa Saham AS Kurang Yakin Pernyataan Trump

kembali ke atas