PASAR MODAL

Senin, 12 Desember 2011 | 03:00 WIB
(Kalvin Lie)

Jual Menara, Dongkrak Harga Saham Telekomunikasi

Ahmad Munjin
Jual Menara, Dongkrak Harga Saham Telekomunikasi
inilah.com/dok

INILAH.COM, Jakarta Saham telekomunikasi dinilai kurang prospektif akhir 2011 akibat pertumbuhan yang mature. Tapi, ada peluang pada emiten yang jual menara dan window dressing.

Analis Panin Securities Kalvin Lie mengatakan, yang bisa mendongkrak harga saham-saham di sektor telekomunikasi hingga akhir 2011 adalah emiten yang rame-rame jual menara seperti ISAT dan EXCL. Menurutnya, aksi korporasi itu bisa mengubah asumsi valuasinya di akhir 2011.

Tapi, lanjut Kalvin, untuk pertumbuhan industrinya sudah susah untuk bangkit. Mereka sudah perang harga hingga level sequish margin (laba yang paling tipis) saking murahnya. TLKM bisa juga dilihat. Sebab, sebagai emiten BUMN, biasanya ada window dressing di akhir tahun, katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (9/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 22,15 poin (0,59%) ke level 3.759,609 dengan intraday tertinggi 3.781,027 dan terendah 3.728,734.

Saham PT Telkom (TLKM.JK) ditutup turun Rp50 (0,68%) ke level Rp7.200; PT Indosat (ISAT.JK) turun Rp150 (2,77%) ke level Rp5.250; PT XL Axiata (EXCL.JK) turun Rp25 (0,54%) ke level Rp4.550; PT Bakrie Telecom (BTEL.JK) naik Rp10 (3,84%) ke level Rp270; PT Mobile-8 Telecom (FREN.JK) stagnan di level Rp50; dan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG.JK) turun Rp25 (1,09%) ke level Rp2.250 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Seiring Natal dan Tahun Baru, bagaimana Anda melihat prospek saham-saham di sektor telekomunikasi hingga akhir 2011?

Saham-saham sektor telekomunikasi kurang prospektif. Sebab, telekomunikasi merupakan sektor saham yang sudah mature (matang).

Kalau begitu, faktor apa yang bisa mendongkrak harganya?

Paling-paling, yang bisa mendongkrak harga hingga akhir 2011 adalah emiten yang rame-rame jual menara seperti ISAT dan EXCL. Aksi korporasi itu bisa mengubah asumsi valuasinya di akhir 2011. Tapi, untuk pertumbuhan industrinya sudah susah untuk bangkit. Mereka sudah perang harga hingga level sequish margin (laba yang paling tipis) saking murahnya.

Bagaimana dengan TLKM?

TLKM bisa juga dilihat. Sebab, sebagai emiten BUMN, biasanya ada window dressing di akhir tahun.

Faktor valuasi bagaimana?

Dari sisi valuasi, memang belum mahal. Tapi, orang melihat prospek pertumbuhannya. Pertumbuhannya masih ada, tapi jika dibandingkan dengan emiten di sektor lain, telekomunikasi tidak menarik.

Berapa perkiraan Anda pertumbuhan laba emiten di sektor telekomunikasi 2011 ini?

Pada 2011, pertumbuhan sektor ini di kisaran 6%. Jika pertumbuhan sektor saham sudah di bawah 10% menandakan sudah mendekati mature.

Kalau begitu, berapa target harga ISAT dan EXCL?

Harga saham EXCL dan ISAT masih di bawah harga fundamentalnya. Dengan memfaktorkan penjualan menara, target harga ISAT di level Rp6.000 akhir 2011 dengan PER 21 kali. EXCL harga fundamentalnya Rp5.700 dari RP4.525 saat ini dengan PER 13,6 kali dari rata-rata valuasi industri 16-17 kali. Dari sisi valuasi industri, ISAT memang sudah mahal. Tapi, jika memfaktorkan penjualan menaranya, valuasi tersebut akan menjadi murah.

Berapa target harga saham TLKM?

TLKM ada peluang naik sebesar Rp360 atau 5% dari harga saat ini Rp7.200. BTEL saya tidak punya target harga. Karena pada 2011 diperkirakan bagus, tapi ternyata tidak akibat utang dan beban lainnya yang cukup besar. Saya tidak rekomendasikan BTEL. Sedangkan TBIG, saya tidak cover saham ini.

FREN juga sulit diprediksi karena masih bermasalah dengan restrukturisasi utangnya, Debt to Equity Ratio (DER)-nya. Untuk jangka pendek dan menengah, FREN kurang menarik. Secara umum pun, saya tidak terlalu merekomendasikan saham-saham di sektor telekomunikasi. Masih banyak sektor saham yang jauh lebih menarik. Lebih baik mementingkan sektor lain yang koreksinya sudah cukup dalam sehingga Price Earnings Ratio (PER) sudah murah.

#saham #telekomunikasi #tlkm #isat #excl #btel #tbig #fre
BERITA TERKAIT
Inilah Manfaat Indosat Jual Tower Telekomunikasi
Jargas Kota Dumai Layani 4.743 Rumah Tangga
Inilah Potensi Negatif di Bursa Saham AS
Fed Sepakat Oktober Jadi Pemangkasan Terakhir?
Data Stok AS Naikkan Harga Minyak Berjangka
Harga Emas Berjangka Jauhi Level Tertinggi
Inilah Pemicu Pelemahan Bursa Saham AS

kembali ke atas