NASIONAL

Minggu, 11 Desember 2011 | 18:47 WIB

PAN Merasa Aneh Wa Ode Jadi Tersangka

Wahyu Praditya Purnomo
PAN Merasa Aneh Wa Ode Jadi Tersangka
Wa Ode Nurhayati MI

INILAH.COM, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) merasa heran dengan ditetapkannya Wa Ode Nurhayati, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembahasan anggaran PPID tahun 2010.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PAN Bima Arya, saat ditemui di sela-sela Rakernas DPP PAN di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (11/12/2011). PAN melihat adanya kejanggalan dari ditetapkannya Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka.

"Ada yang janggal di sini, karena pengusutan tersangka hanya berdasarkan bukti pengakuan dari seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada Wa Ode. Seharusnya ini kan sebuah pengakuan yang harus benar-benar dibuktikan langsung dan harus ditelusuri lagi, sampai ada arah ke jalur kebenaran. Bukti tanda tangan staf Wa Ode, yang namanya Shefa itu kan masih sangat lemah buktinya," jelas Bima.

Selain itu ada keanehan lain, dimana Wa Ode merupakan orang pertama yang mengungkap adanya dugaan mafia anggaran di DPR. Lebih lanjut Bima mengatakan sampai saat ini PAN belum memutuskan akan memberi sanksi untuk Wa Ode.

"Kita akan lihat proses akhir hukum. Kalau pada ujungnya dinyatakan tak bersalah, tentunya partai akan berikan reward sebesar-besarnya sebagai mortir yang telah membongkar korupsi," ujarnya.

Saat ini menurutnya PAN masih memberikan dukungan kepada kadernya tersebut. Karena PAN menilai Wa Ode merupakan seorang whistle blower dalam kasus ini, untuk itu PAN telah membahas untuk membela Wa Ode.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka kasus pembahasan anggaran dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011. Wa Ode diduga menerima uang terkait proyek itu.

Kader PAN yang juga merupakan anggota Banggar di DPR itu, diancam dengan pasal 12 huruf a dan b dan atau pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 UU Tipikor dengan ancaman 20 tahun.[bay]

#pan #wa #ode #ppid #kpk
BERITA TERKAIT
KPK Periksa GM Hyundai & Direktur PT King Property
KPK Minta Garuda Jelaskan Soal Onderdil "Gelap"
KPK Kecewa MA Kabulkan Kasasi Idrus Marham
Gubernur Kepri Didakwa Terima Suap Dan Gratifikasi
Politisi Golkar Bowo Sidik Divonis 5 Tahun Penjara
KPK Banding Vonis Markus Nari Di Kasus e-KTP
KPK Tunggu Menteri Jokowi Lapor Harta

kembali ke atas