GAYA HIDUP

Senin, 12 Desember 2011 | 15:20 WIB
(Hadapi Wabah Flu Burung)

Menkes Resmikan Ruang Isolasi di RSU Tangerang

Dahlia Krisnamurti
Menkes Resmikan Ruang Isolasi di RSU Tangerang
Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsing inilah.com

INILAH.COM,Tangerang - Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsing, Senin (12/12) meresmikan 10 ruang isolasi baru di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang, yang dirancang untuk menghadapi wabah flu burung.

Menkes mengatakan, tahun 2007, European Union (UE) melalui Worl Health Organization (WHO) telah menyalurkan dana untuk proyek penerapan rencana strategi nasional untuk pengendalian flu burung di Indonesia melalui kerjasama Kementerian Kesehatan.

Pada tahun 2008, sambung Menkes, Kementerian Kesehatan mengusulkan pembangunan ruang isolasi flu burung itu merupakan bagian dari komponen peningkatan menajemen penyakit dalam rangka penanggulangan flu burung.

Menkes menjelaskan ,10 dari 100 rumah sakit seluruh Indonesia menjadi prioritas pembangunan ruangan isolasi flu burung.Ke-10 rumah sakit itu antara lain RSUP Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, RSPAD Gatot Subroto, serta RSUD Tangerang, Gunung Jati Cirebon, Abdoel Moeloek Lampung.

"Pemilihan ke 10 rumah sakit ini adalah dengan mempertimbangkan endemisitis daerah tersebut terhadap kasus flu burung. RS rujukan flu burung tersebut diharapkan dapat selalu siap siaga baik dari segi SDM, prasarana, maupun peralatan kesehatan," jelas Menkes.

Sementara itu, Wakil WHO untuk Indonesia, Dr Khanchit Limpakarnjanarat menambahkan pembangunan ruang isolasi tekanan negatif di 10 rumah sakit rujukan flu burung terpilih sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus dan melindungi petugas kesehatan kita agar tidak tertular.

"INSPAI bertujuan meningkatkan ketersediaan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karenanya, dukungan teknis yang diberikan WHO dan organisasi lainnya diharapkan dapat memperkuat pengendalian Avian Influensa serta kesigapan terhadap pendemi di seluruh Indonesia," tambah Dr Khanchit Limpakarnjanarat.

Lebih lanjut, Menkes memaparkan, penyakit flu burung pertama kali dilaporkan pada 1878 sebagai wabah yang mengintai ayam dan burung di italia. Virus influenza A subtipe H5 dan H7 bukan saja mengalami fase atau High Pathogenic Avian Influenza Virus ( HPAIV) yang mampu menimbulkan penyakit sistematik ganas dan mematikan secara cepat.

"Dengan adanya pembangunan ruang isolasi flu burung ini, diharapkan dapat dimanfaatkan secatra optimal oleh rumah sakit yang bersangkutan, sehingga upaya pemerintah untuk menurunkan angka kematian akibat flu burung dapat berhasil," pungkas Menkes. [mor]

BERITA TERKAIT
Wishnutama, Soal Isu Toba-Bali Ramah Wisman Muslim
Ini Empat Destinasi Wisata Kekinian di Tangerang
(Candi Darling) Situs Wisata Candi Ratu Boko Ditanami Ribuan Pohon
Perhatian Orangtua Ketika Memilih Mainan Anak
Beasiswa beri Semangat untuk Anak Belajar
Tantangan Kesehatan di Era Industri 4.0
2 Rute Terbaru Citilink Akan Tingkatkan Wisman

kembali ke atas