PASAR MODAL

Senin, 12 Desember 2011 | 18:29 WIB

KTT Tak Cukup Uni Eropa Keluar dari Krisis

Ahmad Munjin
KTT Tak Cukup Uni Eropa Keluar dari Krisis
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah tak kompak merespon hasil KTT Uni Eropa. Pasar menilai KTT, belum menghasilkan solusi yang benar-benar mampu menyelamatkan zona euro keluar dari krisis.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah hari ini seiring dengan penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama. Menurutnya, pasar menyikapi negatif hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa akhir pekan lalu.

Menurut Ariston, pelaku pasar menilai KTT tersebut belum menghasilkan solusi yang benar-benar mampu menyelematkan zona euro untuk keluar dari krisis utang. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.095 dan 9.063 sebagai level terkuatnya sekaligus level pembukaan, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (12/12).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (12/12) ditutup melemah 31 poin (0,34%) ke level 9.076/9.086 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu 9.045/9.055. Ia menambahkan, banyak keraguan terhadap perkembangan ekonomi di Eropa yang memicu ketidakpastian. Karena itu, dolar AS dicari sebagai alternatif safe haven, paparnya.

Asal tahu saja, dalam KTT UE, Jerman dan Perancis mendorong kebersamaan fiskal sehingga negara Uni Eropa sepakat untuk mendisiplinkan fiskal mereka sehingga mengurangi beban defisitnya. "Inggris merupakan negara yang tidak sepakat. Kemudian, tiga negara lain di UE akan mendiskusikannya dengan Parlemen," ujarnya.

Sedangkan 17 negara anggota Uni Eropa dan 6 negara di luar zona euro sepakat dengan kebersamaan fiskal itu. "Kemudian, Uni Eropa juga bersedia menyediakan dana sebesar 200 miliar euro untuk International Monetary Fund (IMF). Tujuannya, untuk membantu negara-negara Eropa yang bermasalah secara fiskal," paparnya.

Pasalnya, European Central Bank (ECB) tidak bisa langsung mengintervensi fiskal negara anggota Uni Eropa. Dari 200 miliar euro itu, 150 miliar di antaranya merupakan pinjakman dari ECB ke IMF. "Sedangkan 50 miliar euro, berasal dari negara anggota Uni Eropa di luar zona euro," ucapnya.

UE juga mencapai kesepakatan lanjutan pembentukan institusi permanen yang jadi lembaga bailout secara permanen yang berlaku lebih maju satu tahun dari rencana 2013 menjadi Juli 2012. Lembaga itu bakal menggantikan European Financial Stability Facility (EFSF) dengan nama European Stability Mechanism (ESM).

"Tapi, pasar menilai, keseluruhan kesepakatan yang dihasilkan KTT Uni Eropa akhir pekan lalu belum akan membuat Eropa keluar dari krisis dalam waktu cepat," kata Ariston. "Jadi, reaksi pasar masih mixed (variatif), meski bursa saham Indonesia positif yang semata reposisi saja setelah akhir pekan lalu melemah tajam."

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke level 79,02 dari sebelumnya 78,59. "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,3302 dari sebelumnya US$1,3376 per euro," imbuh Ariston.

Sementara itu analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 32,54 poin (0,87%) ke level 3.792,149 justru dipicu oleh KTT Uni Eropa akhir pekan lalu di mana 26 negara Eropa telah menyetujui terobosan baru dalam integrasi fiskal. Memang, integrasi fiskal ini berupa pengetatan fiskal sehingga mengurangi pertumbuhan, ujarnya.

Tapi, kata Purwoko, keputusan KTT itu tetap jadi sentiment positif untuk jangka pendek. Pasalnya, pengetatan fiskal menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan bailout. Jadi, dalam situasi krisis, kebijakan ini memang yang harus diambil, papar Purwoko. [mdr]

BERITA TERKAIT
SMP Binaan AALI Mampu Berprestasi Skala Nasional
Buffett Kurangi Saham Apple, Beli Saham Tambang
Permintaan Minyak Mentah Naik Jadi 1,1 Juta Barel
Wow! Utang Global Kian Naik Jadi US$250 Triliun
Isu Perang Tarif Bawa Harga Minyak Naik Hampir 2%
Rekor di Bursa Saham Tekan Harga Emas
Dow Manfaatkan Pernyataan Kudlow Cetak Rekor Lagi

kembali ke atas