PASAR MODAL

Senin, 12 Desember 2011 | 18:07 WIB

Bursa Asia Menguat Dipicu Sentimen Eropa

Mosi Retnani Fajarwati
Bursa Asia Menguat Dipicu Sentimen Eropa
news.xinhuanet.com

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia berakhir menguat pada hari Senin (12/12) usai Uni Eropa memperbarui kesepakatan fiskal baru. Hal ini memicu keberanian sikap para investor untuk mengambil risiko di pasar saham.

Demikian berdasarkan data bursa Asia yang dikutip dari CNBC.com di Jakarta, hari ini. 26 dari 27 pemimpin Uni Eropa pada hari Jumat (9/12) lalu sepakat untuk membuat aturan anggaran yang ketat bagi negara-negara dengan mata uang tunggal euro serta mengalokasikan dana sebesar 200 miliar euro dalam bentuk pinjaman bilateral kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu mengatasi krisis.

Indeks FTSE CNBC Asia 100 berakhir ke 5.796,53 atau naik 25,2 poin (0,44%). Namun indeks saham utama China ditutup turun 1% pada tingkat terendah sejak Maret 2009 dengan volume tipis. Para investor gelisah atas respon kebijakan pemerintah Beijing usai publikasi data pertumbuhan industri yang melandai.

Indeks Shanghai Composite berakhir turun di 2.291,5, usai jatuh 1,9% pada pekan lalu atau setara dengan 36 miliar yuan, yang merupakan posisi terendah dalam 3 tahun terakhir.

Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah, memupus keuntungan usai indeks Shanghai Composite ditutup di bawah level 2.300. Indeks Hang Seng ditutup turun 0,06% pada 18.575,66. Sementara indeks China Enterprises turun 0,07% pada 10.059,35.

Sebuah perusahaan pialang yang berbasis di Hong Kong menyatakan bahwa pasar pesimis bila Beijing akan melonggarkan kebijakan moneter untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Sehubungan dengan kondisi pasar yang masih belum stabil, efek Haitong menunda penawaran publik yang rencananya akan dilakukan pada triwulan I 2012 yang ditargetkan sebesar US$1,7 miliar.

Indeks Nikkei Jepang rata-rata menguat setelah para pemimpin Eropa sepakat untuk menyusun perjanjian baru untuk integrasi ekonomi yang lebih dalam. Namun para pelaku pasar melakukan bouncing short-covering karena ,asih adanya kekhawatiran utang Eropa. Indeks Nikkei ditutup naik 1,4% menjadi 8.653,82 dan indeks Topix yang lebih luas ditambah 1,2% menjadi 746,69.

Saham Toyota Motor turun 0,7% setelah perusahaan memangkas proyeksi laba tahunan lebih dari separuh karena menguatnya yen dan banjir di Thailand.

Bursa saham Seoul ditutup menguat didukung oleh kesepakatan dalam KTT Eropa untuk mengencangkan serikat fiskal dan meningkatkan kapasitas dana talangan (bailout) IMF. Penguatan indeks dipimpin oleh saham-saham lapis pertama seperti saham Samsung Electronics naik 2,9% dan saham LG Electronics melonjak 4,5%. Indeks KOSPI berakhir naik 1,3% pada 1.899,76.

Bursa saham Australia ditutup naik 1,2%. Saham pertambangan lapis pertama memimpin kenaikan hari ini seperti saham BHP Billiton naik 1,9% dan saham pesaingnya, Rio Tinto, naik 0,6%. Saham-saham energi naik 3% setelah mitra perusahaan patungan Sinopec sepakat untuk meningkatkan saham di proyek LNG Pasifik Australia hingga 25%.

Indeks ASX 200 naik 49,8 poin menjadi 4.252,8, setelah mencapai level tertinggi pada hari ini 4.271,9. Indeks acuan Selandia Baru naik 0,9% menjadi 3.299. Di Asia Tenggara, indeks Singapura Straits Times ditutup naik ke 2.701,72 atau 0,26% dan indeks KLCI Malaysia naik ke 1.467,1 atau 0,48%.

#bursa asia #krisis eropa #ihsg
BERITA TERKAIT
IHSG Turun 0,1% ke 6.85,95 di Sesi I
Bursa Saham Asia Turun Seiring Inflasi China
Ekspor China Turun, Naikkan Daya Tawar AS
Harga Minyak Berjangka Turun Seiring Data China
Harga Emas Naik Tunggu Tanggal 15 Desember
Bursa Saham AS Berakhir Turun, Ini Pemicunya
Usai Cetak Rekor, Indeks Dow Segera Ambil Untung?

kembali ke atas