METROPOLITAN

Senin, 12 Desember 2011 | 18:49 WIB

Pompa Air Dipalsukan, Kontraktor Terancam Pidana

Wahyu Praditya Purnomo
Pompa Air Dipalsukan, Kontraktor Terancam Pidana
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindaklanjuti laporan mengenai indikasi adanya pemalsuan pompa air saat pembangunan pompa polder di Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan jika indikasi tersebut terbukti benar, maka kontraktor pembangunan fisik pompa polder (pompa air penahan banjir-red) Kampung Bandang akan dikenakan sanksi.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan, hingga saat ini dia belum menerima laporan mengenai temuan adanya pemalsuan pompa air di Polder Kampung Bandang, Jakarta Utara.

Namun dia akan segera meminta dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum DKI untuk mempelajari temuan tersebut secepatnya, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

"Untuk temuan tersebut, saya belum terima laporannya secara rinci. Saya minta, temuan tersebut dipelajari. Kalau memang tidak sesuai dengan besaran teknis (bestek,ted) kenapa diterima begitu saja," kata Fauzi Bowo saat ditemui di kantor Balaikota DKI Jakarta, Senin (12/12/2011).

Ditegaskannya, kalau memang dari hasil penyelidikan hal itu terbukti kebenarannya, maka kontraktor tersebut bisa dituntut secara hukum dan diberikan sanksi seberat-beratnya.

Fauzi Bowo melanjutkan sanksi yang diberikan bisa berupa sanksi pidana, atau masuk dalam daftar hitam kontraktor yang tidak boleh mengikuti lelang seluruh proyek pembangunan di DKI Jakarta selama dua tahun.[bay]

#pemprov #dki jakarta
BERITA TERKAIT
Pengguna Skuter Listrik Nakal Bakal Ditindak
Polisi Masih Dalami Kasus Pembobolan ATM Bank DKI
Narkoba, Eks Kapolsek Kebayoran Baru Ditahan
Ditresnarkoba PMJ Musnahkan Barbuk 356 Gram Heroin
Gara-gara Program Anies Ramai Ingin Jadi Warga DKI
Pagi Ini, Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan
Polisi Selidiki Pembongkaran Portal Sungai Turi

kembali ke atas