NASIONAL

Senin, 12 Desember 2011 | 21:25 WIB

Ulil: Muscab Demokrat Jember Tak Sehat

Ulil: Muscab Demokrat Jember Tak Sehat
Ulil Abshar-Abdalla MI/Isman Ismoyo

INILAH.COM, Jember - Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Ulil Abshar-Abdalla, meminta agar dua kubu yang berseberangan di Partai Demokrat Jember melakukan rekonsilisasi.

"Memang ada proses yang kurang sehat (dalam musyawarah cabang Partai Demokrat Jember), di mana ada beberapa PAC (Pengurus Anak Cabang) yang tidak bisa terlibat dalam proses muscab. Kita menyayangkan itu terjadi," kata Ulil usai seminar tentang politik hijau di gedung Rektor Universitas Jember, Senin (12/12/2011).

Seperti diberitakan Beritahatim, Uli mengatakan, DPP Partai Demokrat akan berupaya mendorong terjadi rekonsilisasi. "Harapan kita, Partai Demokrat di Jember di bawah satu kepemimpinan. Siapapun itu. Buat kami tidak penting siapa yang jadi ketua. Yang penting adalah partai ini ada di bawah satu kepengurusan," kata Ulil.

Saat ini, dualisme terjadi di tubuh Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember. Satu DPC diketuai oleh Saptono Yusuf, yang juga menjabat ketua DPRD Jember. Sementara, DPC versi lainnya diketuai Waseso, anggota Fraksi Demokrat DPRD Jember. Keduanya sama-sama mengklaim sebagai DPC yang legal.

Dualisme berawal dari kisruh pada pelaksanaan musyawarah cabang untuk memilih ketua periode 2012-2017. Tak bisa masuk ke lokasi muscab di Surabaya, 18 PAC memilih menggelar muscab sendiri di luar kantor DPD Partai Demokrat Jatim. Dengan aklamasi, mereka memilih Waseso menjadi ketua DPC Partai Demokrat Jember 2012-2017. Sementara, dalam Muscab yang berada di kantor DPD, Saptono terpilih menjadi ketua.

Ulil menolak mengomentari, mana kepengurusan yang sah. "Dalam situasi seperti ini, tentu tidak bijaksana kita bicara soal sah atau tidak, karena yang harus kita hadapi dua kepengutusan. Nanti saran akan kita kemukakan secara internal kepada pengurus DPC sekarang, kedua-duanya. Kebijakan internal saya tidak bisa mengatakan secara publik," katanya.

Gejala perpecahan pascamuscab atau musyawarah daerah terjadi di sejumlah kepengurusan Demokrat di Indonesia. "Ini dinamika internal dalam partai. Kita sayangkan terjadi, tapi ya inilah faktanya. Jadi teman-teman perlu bersikap bijaksana," kata Ulil. [mah]

#ulil #demokrat #jember
BERITA TERKAIT
Era SBY, PDIP Paling Keras Tolak Cabut Subsidi
Investasi Bodong MeMiles, Polisi Panggil 17 Saksi
Polisi Ringkus 34 Bandit Jalanan di Jember
Saksi Tak Pernah Diperintah Wawan Urus Proyek
BNN Sebut Sampang Paling Rawan Peredaran Narkoba
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus PT ASABRI
Polisi Tangkap Perampok Bercelurit di Probolinggo

kembali ke atas