NASIONAL

Senin, 12 Desember 2011 | 22:01 WIB

RUU Pemilu Harus Lindungi Hak Pemilih

Soemitro
RUU Pemilu Harus Lindungi Hak Pemilih


INILAH.COM, Jakarta - Tidak adanya jaminan hukum terhadap pelanggaran hak pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi salah satu masalah terhadap pemenuhan prinsip keadilan Pemilu (electoral justice).

Menurut Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Veri Junaidi, dalam diskusi di Cikini, Senin (12/12/2011), lemahnya sistem Pemilu tidak mampu memberikan perlindungan terhadap pemilih yang dilanggar haknya dan ketidaktersediaannya ruang bagi pemilih untuk mengajukan pengaduan, mengikuti persidangan serta mendapatkan putusan yang adil.

"Persoalan terbesarnya itu adalah ketidaksesuaian kerangka hukum Pemilu dengan paradigma keadilan Pemilu," tegas Veri.

Menurutnya, kerangka hukum yang disusun seharusnya mampu memberikan perlindungan terhadap hak elektoral dan jika hak tersebut terlanggar dapat dipulihkan. Namun dalam kenyataannya justru tidak efektif karena tidak mampu menjaga suara pemilih sebagai sumber kedaulatan.

Berbagai permasalahan itu, imbuh Veri, sudah seharusnya menjadi perhatian Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Bukan terus-menerus memperdebatkan masalah ambang batas parlemen atau parliaentary threshold.

"RUU Pemilu yang tengah dibahas saat ini sangat minimalis mengatur penataan keadilan Pemilu,"ujarnya. [mah]

#pemilu
BERITA TERKAIT
Kapolri Ancam Kapolres : Kalau Minta Proyek.....
(Pasca Bom di Medan) Wapres Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Suhendra Apresiasi Pertemuan Menhan-Wali Nanggroe
Munas Golkar Diharap Tak Memecah Belah Partai
DPD Golkar Papua Imbau Kader Cooling Down
Pasca Bom Medan, Kantor Polisi Perketat Pengamanan
Pengamat Teroris Sebut Bom Bunuh Diri Ingin Eksis

kembali ke atas