PASAR MODAL

Kamis, 15 Desember 2011 | 17:56 WIB

Sentimen Negatif Eropa 'Nambah', Bursa Asia Merah

Mosi Retnani Fajarwati
Sentimen Negatif Eropa 'Nambah', Bursa Asia Merah
xinhuanet.com

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia pada perdagangan hari ini ditutup merah, sehubungan dengan kembalinya kekhawatiran akan kondisi krisis Eropa. Para investor melepas aset-aset berisiko dan beralih ke investasi aman seperti dolar AS dan obligasi.

Pasar memandang pertemuan KTT Eropa yang terjadi pekan lalu gagal untuk menghasilkan solusi krisis utang. Kondisi ini diperkuat lagi dengan naiknya imbal hasil obligasi Italia bertenor 5 tahun ke 6,47% pada Rabu (14/12). Hal ini menambah lonjakan biaya pinjaman.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang menurunkan rating kredit lima perbankan Eropa, termasuk Credit Agricole Perancis, menjadi A+ dari AA-. Laporan ini datang usai S&P mengeluarkan prospek penurunan rating 15 negara euro.

Berdasar data yang diambil dari CNBC.com, Kamis (15/12). Indeks FTSE CNBC Asia 100 turun ke 5.575,20 atau turun 106,93 poin (1,88%). Indeks Nikkei Jepang jatuh ke level terendah dalam dua pekan terakhir karena investor menunggu hasil lelang surat utang Spanyol untuk mencari petunjuk terbaru atas kemampuan Eropa dalam mengatasi krisis utang.

Saham Olympus turun lebih dari 20% setelah perusahaan dilanda skandal atas penipuan neraca keuangan untuk menutupi kerugian US$1,1 miliar. Indeks Nikkei225 berakhir turun ke 141,76 atau turun 8,37 poin (1,66%). Indeks Topix kehilangan 1,6% menjadi 725,02.

Bursa saham Seoul jatuh seiring meningkatnya kekhawatiran akan kian memburuknya krisis Eropa. Indeks KOSPI berakhir turun 2,08% ke 1.819,11. Jatuhnya bursa saham Seoul tertekan oleh keputusan pertemuan negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yang menargetkan produksi 30 juta barel per hari.

Saham S-Oil, pemilik kilang minyak ketiga terbesar di Korea Selatan, anjlok 4,7% dan saham Inovasi SK turun 6,9%. Sektor yang sangat sensitif terhadap siklus ekonomi, seperti pembuatan kapal dan baja, juga turut menderita. Saham Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering anjlok 6,5% dan saham Samsung Heavy Industries turun 5%.

Bursa saham Australia turun 1,2% ke level terendah dalam dua minggu. Saham BHP Billiton turun 1,8%, sementara saham Rio Tinto turun 2,8% terendah dalam 10 minggu seiring pelemahan harga tembaga, emas, minyak, pasar saham global dan euro.

Saham produsen emas Newcrest Mining turun 2,9% ke level terendah dalam 19 bulan terakhir. Saham bank turun 1,6%. Saham Bank Nasional Australia turun 1,6%. Indeks ASX 200 turun 4.139,8 atau 50,70 poin (1,21%). Indeks acuan Selandia Baru NZX 50 turun 0,6% menjadi 3.263,2.

Bursa saham Hong Kong tergelincir oleh kerugian yang dibukukan produsen minyak CNNOC. Indeks Hang Seng turun 1,8% menjadi 18.025,3. Indeks Shanghai Composite berakhir turun ke 2.180,9, level terendah dalam 33 bulan terakhir.

Di Asia Tenggara, indeks Singapura Straits Times turun ke 2.635,25 atau 37,14 poin (1,39%) dan indeks Malaysia KLCI turun ke 1.464,11 atau 0,99 poin (0,07%).

#bursa asia #krisis eropa #ihsg
BERITA TERKAIT
IHSG Kehilangan 0,7% ke 6.245,04
Bursa Jepang Pimpin Pasar Saham Asia Naik
AS-China Tetap dalam Konflik Permanen
IHSG Tergelincir 0,4% ke 6.261,85 di Sesi I
Bandar Dapat Insentif BEI, Bagaimana Nasib Ritel?
Nilai Kapitalisasi Pasar di BEI Naik 0,3%
IHSG Masih Bisa Lanjutkan Reli, Asal..

kembali ke atas