BOLA

Kamis, 15 Desember 2011 | 20:37 WIB

Johan Cruijff Inspirator Utama Barcelona

Bachtiar Abdullah
Johan Cruijff Inspirator Utama Barcelona
Johan Cruijff IST

INILAH.COM, Jakarta - Real Madrid seperti banteng yang dicocok hidungnya, tidak bisa berfikir dan kehilangan arah menuruti ke arah mana saja bendera merah yang dikibas-kibaskan matador FC Barcelona.

Kekalahan Madrid 1-3 atas Barcelona, akhir pekan lalu, membuat coach Jose Mourinho panik dan berkomentar ngawur. Jose Mourinho sebetulnya masuk nominasi pengganti Frank Rijkard di Barcelona, sebelum meninggalkan Chelsea karena ia tidak cocok dengan kapitalis Roman Abramovic.

Setelah pembicaraan buntu, akhirnya manajemen Barca mengangkat Josep Pep Guardiola, yang sebelumnya melatih Tim B Barcelona, menjadi pelatih utama. Pep tentu kenal baik dengan Jose. Beberapa tahun Jose bekerja sebagai asisten Guus Hidink ketika menjadi manajer pelatih Barca.

Ketika memetik kemenangan atas Real Madrid, Pep ditanya wartawan, siapa inspiratornya sebagai pelatih sepak bola? Dia langsung menunjuk gurunya, legenda sepak bola Belanda dan sekaligus Presiden Kehormatan FC Barcelona (sejak Maret 2010) Hendrik Johannes Cruijff (Johan Cruijff) dan pelatih Almeira Juan Manuel Lillo.

Johan Cruijff kuat menancapkan tonggak sepak bola modern Belanda bersama pelatih jenius Rinus Michel mengintrodusir Total Football pada awal dasawarsa 1970-an, dan mengubah secara radikal permainan Ajax dan Barcelona (dan otomatis timnas Spanyol, karena skuad utamanya didominasi para pemain Barcelona).

Filosofi sepakbola Cruijff adalah pemberontakan melawan kemapanan. Ia tidak mau dirayu menjadi pemain Real Madrid, karena klub Spanyol Utara ini dekat dengan rezim militer diktator Jendral Franco pada akhir dasawarsa 1960-an dan awal 1970-an.

Setelah meninggalkan Ajax Amsterdam, Cruijff lebih memilih Barcelona yang punya semangat melawan pusat (Madrid) dan berjuang memperoleh kemerdekaannya, atau paling tidak menjadi Negara Bagian Katalan yang Otonom.

Dalam filosofi ini ia sejalan dengan pandangan Diego Armando Maradona yang 13 tahun lebih muda dari Cruijff. Maradona adalah sepakbola, dan ia membuktikan diri dengan mengangkat Napoli, klub pinggiran Selatan Italia yang konon didukung mafia dan geng narkotika, menjadi juara Serie A pada musim 1986-87.

Cruijff tampaknya menginspirasi pesepakbola intelektual dan kapten timnas Brazil di Piala Dunia 1982 almarhum Dr Socrates (seangkatan Zico) yang pernah berdemo di jalan-jalan Rio de Janeiro menentang rezim militer Brazil.

Eric Cantona, keturunan Italia yang lahir di Prancis, juga memilih anti kemapanan dalam filosofi sepakbolanya yang kini menjadi aktor dan Direktur Sepakbola New York Cosmos Sejak September 2011.

Cruijff yang biasanya menjadi penyerang tengah di Ajax Amsterdam dengan nomor punggung 14, bisa setiap saat menjadi kanan atau kiri luar dan bahkan gelandang. Dominasi Ajax di Eerste Divisie Belanda, menggelitik KNVB untuk memilih mayoritas skuad Belanda berasal dari Ajax. Sama dengan anak-anak Barcelona yang mendominasi skuad Spanyol dan menjadi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Penguasaan bola di lini tengah menjadi faktor paling menonjol dalam total football era 1970-an dan taka-tiki Barcelona (dan Spanyol ) yang diilhami pelaku total football Johan Cruijff. Pep Guradiola adalah anak didik langsung dari Cruijff.

Cruijff menjadi manajer Barcelona pada 1998 dan mengusung tim kuat dengan pemain, antara lain Pep Guradiola, Jose Mari Bakero, Txiki Begiristain, Goikoetxea, Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romario, Gheorge Hagi dan Hristo Stoichkov. Dengan tim ini Cruijff 11 kali menjadi juara di berbagai ajang.

Kami menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan. Saya sangat menghormati Cruijff dan bersyukur karena dia sangat banyak membagi pengetahuannya kepada saya. Dia tahu banyak tentang sepakbola," ujar Pep setelah menang dari Real Madrid.

"Lini tengah adalah bagian terpenting dalam setiap tim. Pemain tengah adalah pemain cerdas yang harus memikirkan tentang keseluruhan tim," tambahnya.

Total football 1970-an yang dimainkan dengan ritme lebih lambat daripada taka-tiki yang diperagakan Barcelona dan Spanyol. Arus bola taka-tiki lebih cepat menggulirkan bola-bola pendek, lebih dinamis dan dominan dalam ball possession. Playmaker sama pentingnya di era Cruijff maupun Xavi Hernandez.

Prestasi Cruijff ternyata telah dilewati oleh anak didiknya, Pep Guardiola. Pep telah 12 kali membawa Barcelona menjadi juara di berbagai ajang. Kalau pekan depan Barcelona menjadi Juara Dunia antar Klub lagi, ya berarti sudah 13 kali juara ditorehkan oleh Pep di Barcelona. Hasta la Victoria. Siempre! [mdr]

#johan cruijff #barcelona
BERITA TERKAIT
Zidane Tak Mau Bicara soal El Clasico
Gelandang Barca Berpeluang Gabung ke Betis
Diimbangi Sociedad, Hasil Memalukan bagi Barca
Barca Diimbangi Real Sociedad 2-2
Pendapatan Hak Siar Barca Lebih Besar dari Madrid
Griezmann Gabung Barcelona untuk Belajar
Inter Tersingkir dari UCL Lukaku Diledek Pemain MU

kembali ke atas