METROPOLITAN

Jumat, 16 Desember 2011 | 16:55 WIB

Polisi akan Periksa CDR HP Istri Ek Kanit Reskrim

Irvan Ali Fauzi
Polisi akan Periksa CDR HP Istri Ek Kanit Reskrim
inilah.com/Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Pihak kepolisian akan memeriksa Call Data Record (CDR) telepon genggam milik EK, istri mantan Kanit Reskrim Polsek Pamulang AKP TS, yang laporkan telah menjadi korban perampokan dan pelecehan seksual.

Pemeriksaan CDR dari ponsel milik EK, bertujuan untuk memasktikan apakah laporan polisi yang dibuat olehnya bukan laporan palsu dan rekayasa. Pasalnya, saat ini petugas banyak menemukan kejanggalan antara laporan yang dibuat dengan fakta yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Banyak kejanggalan ditemukan dalam data handphone EK. Jadi kami buka CDR handphonenya," ucap Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/12/2011).

Untung tidak menyebutkan kejanggalan apa saja yang ditemukan penyidik dalam CDR handphone EK karena data tersebut masih diselidiki tim penyidik.

"Masih terlalu dini menyimpulkan ada perampokan dan pemerkosaan, tetapi terlalu dini juga mengatakan bahwa itu tidak ada. Ini masih dalam penyidikan intensif," tegas Untung.

EK, istri AKP TS yang menjadi Kanit Reskrim Polsek Pamulang, pada Minggu (11/12/2011) membuat laporan telah menjadi korban pemerkosaan dan perampokan yang terjadi dirumahnya.

Namun polisi yang menyelidiki laporan tersebut yakin bahwa laporan itu adalah palsu dan rekayasa. Pasalnya antara keterangan korban dengan bukti-bukti yang ditemukan dilapangan semuanya berbeda.

Saat itu EK mengatakan pelaku masuk ke rumah dengan cara membongkar jendela, namun ternyata dari hasil penyelidikan jendela justru dibongkar dari dalam rumah dan bukan dari luar rumah, sementara [pada obeng yang digunakan untuk membongkar justru ditemukan sidik jari korban.

EK juga mengatakan pelaku masuk dengan melompati pagar rumah bagian belakang. Namun kembali polisi tidak menemukan jejak kaki dimanapun, padahal saat itu hujan baru saja turun, sehingga mudah meninggalkan jejak pada siapapun yang masuk.

Istri anggota polisi tersebut juga mengaku diperkosa, sebelum berubah pengakuan bahwa pelaku melakukan onani, namun petugas kembali tidak menemukan adanya bukti sperma di tempat kejadian, maupun di celana dalam korban.

Ada dugaan bahwa korban sengaja merekayasa laporan tersebut, untuk menarik perhatian suaminya dan sebagai upaya balas dendam, karena AKP TS mempunyai wanita idaman lain.[bay]

#kriminal #pemerkosaan #cabul #selingkuh #istri #polisi
BERITA TERKAIT
(Operasi Zebra Jaya) Polisi Amankan 800 Kendaraan Bermasalah Pajak
Polisi Bekuk 55 Preman di Jakarta Selatan
Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal
Lapor Jual Kendaraan Bermotor Lewat Aplikasi Ini
BPRD Tagih Pajak ke Rumah Para Penunggak
BPN Kota Depok Tertibkan Warga Berdalih Verponding
Anies Temui Pembalab Formula E Asal Belgia

kembali ke atas