PASAR MODAL

Jumat, 16 Desember 2011 | 17:49 WIB

Bursa Asia Bergairah Gara-gara Kondisi AS

Mosi Retnani Fajarwati
Bursa Asia Bergairah Gara-gara Kondisi AS
xinhuanet.com

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia menguat pada hari Jumat (16/12), seiring kondisi perekonomian AS yang menerobos suramnya kondisi krisis Eropa.

Berdasarkan data yang dikutip dari CNBC.com sore ini, indeks FTSE CNBC Asia 100 Index naik 1%. Bursa saham Jepang rata-rata naik tipis. Namun untuk sepekan bursa Asia melemah tertekan kekhawatiran krisis utang Eropa.

Saham perusahaan game online, Nexon, turun 11,6% dari posisi awal saat pencatatan saham pada perdagangan Rabu (14/12). Saham Olympus juga terus tergelincir, dengan hari ini turun 3,6%.

Indeks Nikkei225 berakhir naik 0,3% ke 8,401,72 namun untuk sepekan tercatat melemah 1,6%. Indeks Topix tergelincir 0,2% menjadi 723,56 atau turun 2% dalam sepekan ini.

Bursa saham Seoul naik, didukung oleh tanda-tanda pemulihan dalam perekonomian AS. Indeks KOSPI berakhir ke 1.839,96 atau turun 20,85 poin (1,15%).

Penguatan bursa dipicu oleh saham otomotif dan galangan kapal. Saham Hyundai Motor naik 2,5% dan saham Kia Motors berakhir 2,3% usai melemah dalam 6 hari perdagangan. Saham Hyundai Heavy Industries naik 1% dan saham Samsung Heavy Industries menguat 1,8%.

Bursa saham Australia naik 0,5% dipimpin oleh saham bank dan pertambangan. Saham Commonwealth Bank of Australia memimpin penguatan di sektor keuangan dengan naik 1% dan saham Rio Tinto memimpin kenaikan sebesar 0,7%. Indeks ASX 200 naik 19,35 poin berakhir ke 4.159,20. Indeks acuan NZX 50 tergelincir 0,5% ke 3.245,34.

Bursa saham Hong Kong menguat dipicu oleh spekulasi bahwa pemerintah Beijing akan melakukan tindakan untuk meningkatkan kepercayaan pasar, sehubungan dengan intervensi bank sentral dalam mengerek yuan.

Indeks Hang Seng ditutup naik 1,43%, namun turun 1,62% selama pekan ini. Indeks China Enterprises naik ke 9.867,41 atau naik 188,55 poin (1,95%) namun turun 1,98% selama sepekan ini. Saham bank industri dan komersial China berakhir naik 1,75% dan saham Bank of China naik 3,62%.

Indeks saham utama China ditutup naik 2%, didukung oleh spekulasi terhadap beberapa jenis saham terkait intervensi bank sentral atas penguatan yuan. Indeks Shanghai Composite naik 2,02% ke 2.224,8. Indeks merosot 3,9% untuk sepekan ini dan merupakan penurunan terbesar sejak akhir Oktober.

Yuan melonjak ke rekor tinggi terhadap dolar AS pada hari ini setelah bank sentral diduga mendalangi intervensi ke pasar melalui bank negara.

Di Asia Tenggara, bursa saham Indonesia naik 1,8%, didukung oleh lembaga rating Fitch yang menaikkan rating ke investment grade. Indeks Singapura Straits Times naik 0,91% dan indeks Malaysia KLCI naik 0,14%.

#bursa asia #krisis eropa #ihsg #perekonomian AS
BERITA TERKAIT
IHSG Masih Bisa Lanjutkan Penguatan
Trump Siapkan Tarif Ancaman ke China, Jika..
Inilah Pemicu Harga Minyak Jatuh 3% Lebih
Harga Emas Berjangka Bisa Bangkit
Bursa Saham AS Berani Abaikan Isu Tarif AS-China
Inilah Pemicu Kebuntuan Negosiasi AS-China
AS dan China Bisa Sepakat Sebelum Natal?

kembali ke atas