EKONOMI

Jumat, 16 Desember 2011 | 19:55 WIB

Infrastruktur juga Ancam 'Investment Grade'

Tio Sukanto
Infrastruktur juga Ancam 'Investment Grade'
Menteri BUMN, Dahlan Iskan inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Meski Indonesia memperoleh investment grade, namun jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai maka hal itu akan sia-sia.

Demikian disampaikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jum'at (16/12). "Investasi tidak akan masuk kalau memang biaya logistik di Indonesia mahal," kata Dahlan.

Terkait biaya logistik tersebut Dahlan mengatakan Indonesia termasuk negara dengan biaya logistik tertinggi di dunia. Oleh sebab itu tidak ada kata lain bagi dia untuk mendorong peran BUMN dalam sektor infrastruktur khususnya terkait logistik tersebut diantaranya melalui pembenanahan dan pembangunan pelabuhan, bandara dan sektor transportasi lainnya.

"Bagaimanapun juga dengan adanya investment grade BUMN harus memanfaatkan peluang ini. Kita yakin kita bisa bantu turunkan biaya logistik ini khususnya dari sektor BUMN logistik kita," tukas Dahlan.

Menurutnya, tanpa adanya infrastruktur investor dengan sendirinya akan menyerah. Dirinya juga membandingkan dengan negara Vietnam, jika biaya logistik di Indonesia dua kali lipatnya.

Menteri Keuangan, Agus Martowadjojo juga sudah mengingatkan korupsi masih dapat menjadi ancaman status investment grade Indonesia. "Korupsi bisa menjadi suatu ancaman status investment grade yang ada di Indonesia, maka dari itu inisiatif-inisiatif korupsi mulai dari ratifikasi, konvensi, membangun inpres-inpres dalam menangani segala macam mafia hukum adalah keseriusan kita," ujarnya. [hid]

#obligasi #dana asing #dolar #rupiah #investment grade
BERITA TERKAIT
Begini Cara Menteri Teten Hidupkan Smesco
(Best Bank Award 2019) Tahun Depan, Tantangan Perbankan Makin Besar
PLN:Pasca Gempa, Listrik di Malut dan Sulut Normal
Jasa Raharja Apresiasi Traffic Hero di Jalan Raya
Langkah KLHK Bentuk Tenaga Teknis Kehutanan
Keterbukaan Informasi, Bank DKI Raih Awards OJK
Impor Beras Ketan Bulog, Nafikan Seruan Jokowi

kembali ke atas