PASAR MODAL

Minggu, 18 Desember 2011 | 10:00 WIB
(Prediksi Sepekan ke Depan)

Tembus 3.875, IHSG Menuju 4.050

Ahmad Munjin
Tembus 3.875, IHSG Menuju 4.050
inilah.com/Dok

INILAH.COM, Jakarta Seiring investment grade, IHSG berpotensi tembus 3.800. Tapi, negatifnya situasi bursa regional jadi musuh utama. Karena itu, belum ada jaminan IHSG melenggang naik.

Pada perdagangan Jumat (16/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 66,81 poin (1,81%) ke level 3.768,354 dengan intraday tertinggi 3.778,123 dan terendah 3.701,906. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 13,23 poin (2,04%) ke level 663,306.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomomengatakan, jika Anda ingin bullish setelah adanya investment gradeyang diraih Indonesia Kamis (15/12); Jika Anda berharap IHSG terus bergerak naik sampai 3.800 dan bahkan menembusnya. Lawan Anda adalah bursa regional.

Menurutnya, memang pada 2010, setelah Japan Credit Rating Agency (CRA) melakukan upgrade atas peringkat utang Indonesia ke level investment grade, Indeks Dow Jones Industrial (DJI) juga sempat mengalami guncangan (koreksi). Tapi,IHSG terus bergerak naik, tidak terpengaruh, ujarnya.

Akan tetapi,lanjutnya, karena saat ini lawannya jauh lebih besar yaitu Krisis Eropa, tidak ada jaminan bahwa IHSG bakal terus melenggang naik ketika indeks regional terkoreksi.

Sementara itu, Indeks HangSeng ditutup tipis di atas resistance 18.280yang memberikan signalpositif. Akan tetapi, dengan berita downgrade 5 bank terkemuka seperti Citibank, Deutche Bank, BNP Paribas, Rabobank, dan Bank of America, posisi Dow Futures juga negatif dan mencerminkan atau memberikan petunjuk bagaimana posisi penutupan dari indeks Dow Jones Industrialyang mendarat di zona merah.

Karena itu, Satrio mengakui, pada perdangangan Jumat (16/12) dirinya dipaksa buy back oleh market. Hingga Jumat sore, posisi saya sudah sekitar 50%. Sore ini masih ada beberapa posisi beli, tapi saya juga tidak mau agresif karena saya belum yakin, IHSG bakal lepas dari pengaruh bursa global, tandasnya.

Lalu, saham PT Astra Internasional (ASII.JK)yang hari sebelumnya dia beli, malah sempat dilepas di harga Rp72.000, meskipun akhirnya di-buy back kembali di Rp71.500. Kalau melihat posisi ASII, agak serem juga siy, dengan adanya gap di level Rp71.650-72.000, timpalnya.

Menurutnya, saham ini baru memberikan signal netral jika setidaknya mampu ditutup di kisaran Rp71.650-72.000. Potensi kenaikan lanjutan hanya muncul jika saham ini mampu ditutup di atas Rp72.000. Kalau ditutup di bawah 71.650 malah signalnya negatif, tandas Satrio.

Di atas semua itu, kenaikan peringkat surat utang Indonesia ini, sebenarnyamenurutnya adalah berita positif untuk jangka panjang. Untuk jangka pendek, masih harus dilihat beberapa hari lagi, dan setelah itu baru bisa yakin. Tetap trading dengan hati-hati dan waspada. IHSG hanya memiliki potensi untuk terus naik ke 4.000-4.050 jika mampu menembus resisten di 3.800-3.875, imbuhnya.

#ihsg #investment grade #bullish #satrio utomo #region
BERITA TERKAIT
Inilah Indikator Dampak Koronavirus Bagi China
Coronavirus Tekan Pertumbuhan Ekonomi China
Bursa Saham AS Bisa Jatuh
Bursa Eropa Cemas Virus Corona Tekan Ekonomi
IHSG Jatuh 1,7% ke 6.133,2
Singapura Cemaskan Dampak Virus Corona
Bursa Jepang Pimpin Pasar Saham Asia Turun

kembali ke atas