NASIONAL

Sabtu, 17 Desember 2011 | 22:00 WIB

Lepaskan Muatan Politik dalam Kasus Wa Ode

Ajat M Fajar
Lepaskan Muatan Politik dalam Kasus Wa Ode
Anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh digunakan sebagai alat politik untuk menjatuhkan pihak tertentu. Untuk itu KPK diminta membuktikan dasar penetapan status tersangka kepada Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Wa Ode Nurhayati.

Ya tentu saja penegakan hukum tidak boleh politik yang menjadi faktor utama dari proses penegakan hukum jadi saya sendiri memberi kesempatan kepada KPK untuk mempunyai bukti yang kuat terkait penetapan status tersangka Wa Ode dan meskipun ada beberapa kejanggalan, ujar Pengamat Politik Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi saat ditemui usai acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Sabtu (17/12/2011).

Kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam penetapan status tersangka Wa Ode adalah, Wa Ode belum pernah dimintai keterangannya di KPK terkait kasus korupsi dana Pembanguna Percepatan Infrastruktur Daerah (PPID).

Tetapi KPK juga tidak mungkin sembarangan menetapkan status tersangka, pasti ada alasan yang sama tapi saat yang sama yang hanya berhenti sampai situ saja, imbuhnya.

Selain itu KPK diminta menelusuri kasus mafia anggaran ini sampai ke akar permasalahannya, karena praktik ini tidak dilakukan hanya satu atau dua orang.

Harus dilanjutkan kepada yang lebih besar dan menurut saya ini sudah luas karena sudah sampai ke DPR dan pemerintah serta pengusaha-pengusaha hitam di belakangnya. Ini suatu desain korupsi sistemik, jadi kalau hanya menyelesaikan sampai sekrup kecilnya saja, publik akan semakin antipati dan ini menjadi sinyal buruk bagi pimpinan KPK yang baru saja dilantik, ungkapnya. [tjs]

#wa ode nurhayati #banggar #cekal #PPID #maki #calo #mak
BERITA TERKAIT
Pelamar CPNS, Awas Jangan Tergiur Calo!
Menkopolhukam Soal Surat Cekal Habib Rizieq Shihab
Gunung Merapi Meletus, Letusan Mencapai 1.000 M
Pemilihan Aklamasi Akan Hancurkan Golkar
Seorang PNS Ditemukan Meninggal di Kamar Rumahnya
51 Perguruan Tinggi Ikuti Program NMCC Peradi
5 Pekerja Rel KA Tertimbun Longsor, 2 Tewas

kembali ke atas