PASAR MODAL

Minggu, 18 Desember 2011 | 17:55 WIB

Pekan Depan, Krisis Eropa masih Ancam Wall Street

Wahid Ma'ruf
Pekan Depan, Krisis Eropa masih Ancam Wall Street

INILAH.COM, New York - Pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) dan data AS akan menjadi perhatian investor di bursa saham Wall Street pekan depan.

"Pekan depan pasar akan fokus pada beberapa data ekonomi dan laporan perusahaan. Namun kabar dari Eropa tetap penting yang berpotensi menekan indeks," kata analsi di Morgan Keagan, Michael Gibbs yang dikutip dari marketwatch.com.

Presiden ECB, Mario Draghi yang dijadwalkan Senin besok akan berpidato pada Komite Parlemen Eropa Urusan Ekonomi dan Moneter, menjadi fokus di awal pekan.

Data kuartalan akan mulai dirilis pada hari Selasa seperti dari saham di indeks S&P yaitu produsen bahan baku, ConAgra Foods Inc. Selain itu ada distributor makanan, General Mills Inc. Hari Rabunya diwarnai laporan dari peritel Bed Bath & Beyond Inc, pembangun rumah KB Home dan operator rantai toko obat Walgreen Co.

Untuk Kamis diharapkan menyertakan pemasok makanan Diamond Foods Inc. Saat ini sahamnya turun 33% untuk sepekan terakhir. Pemicunya setelah regulator AS sedang menyelidiki praktik-praktik akuntansi yang dilakukan pemasok makanan ringan ini.

Laporan ekonomi AS minggu depan termasuk trio laporan terkait dengan pasar perumahan. Ukuran indeks kepercayaan konstruktor rumah pada bulan Desember dijadwalkan untuk rilis pada Senin, diikuti oleh housing starts pada bulan November pada hari berikutnya dan ada penjualan rumah pada bulan November di hari Rabu.

Pada hari Kamis, jobless claims mingguan AS akan mendapatkan perhatian. Sebab data mingguan terbaru menunjukkan penurunan tajam. Untuk indeks sentimen konsumen awal Desember juga akan dirilis pada Kamis, bersama dengan indikator leading economic untuk bulan November.

Hari terakhir perdagangan pekan depan termasuk data pendapatan dan belanja pribadi di bulan November, inflasi harga, pesanan barang tahan lama dan penjualan rumah baru pada bulan November.

Tapi berapa banyak laporan ekonomi dalam negeri AS ini menjadi faktor dalam menggerakkan pasar masih harus mendapat perhatian. "Jika Wall Street telah bergerak pada kinerja ekonomi AS, nilai pasar akan sedikit lebih tinggi," jelasnya.

Pergerakan pasar saham AS masih akan banyak ditentukan oleh perkembangan dari krisis utang Eropa, dimana bank sentral Eropa dan lembaga rating akan menjadi fokus utama walaupun AS akan dipenuhi oleh data ekonomi di pekan depan.

Pada Jumat pekan kemarin, kenaikan beruntun dua minggu Wall Street harus terhenti. Dow berakhir turun tipis 2,6% ke 11,866.39. Indeks S&P naik 0,3% ke 1.219,65. Indeks Nasdaqnaik 0,6% ke 2.555,33.

#wall street #utang eropa
BERITA TERKAIT
SMP Binaan AALI Mampu Berprestasi Skala Nasional
Buffett Kurangi Saham Apple, Beli Saham Tambang
Permintaan Minyak Mentah Naik Jadi 1,1 Juta Barel
Wow! Utang Global Kian Naik Jadi US$250 Triliun
Isu Perang Tarif Bawa Harga Minyak Naik Hampir 2%
Rekor di Bursa Saham Tekan Harga Emas
Dow Manfaatkan Pernyataan Kudlow Cetak Rekor Lagi

kembali ke atas