NASIONAL

Minggu, 18 Desember 2011 | 22:10 WIB

KPK Harus Berantas Korupsi Sampai Akar

Soemitro
KPK Harus Berantas Korupsi Sampai Akar
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Pelaku tindak pidana korupsi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), biasanya dalam melakukan tindak korupsi tidak sendirian.

Ada juga beberapa rekan kerjanya yang bersama-sama melakukan tindak serupa dalam kasus yang sama. Pimpinan KPK baru dibawah pimpinan Abraham Samad, diminta lebih tegas dengan mengungkap pelaku korupsi renteng tersebut.

Mantan kuasa hukum Bibit-Candra, Achmad Rifai, mengungkapkan, pimpinan KPK baru dengan semangat baru ke depan harus bisa mendakwa seseorang bersama-sama jika ingin memberantas tindak pidana korupsi sampai ke akar-akarnya.

Dia mengatakan, selama ini lembaga ini tidak serta-merta mengungkap nama-nama yang disebut dalam dakwaan sebuah kasus. Padahal penyebutan nama itu di satu sisi merugikan orang yang bersangkutan. Rifai mencontohkan bagaimana penanganan kasus mobil pemadam kebakaran yang melibatkan mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno. Kemudian kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) dan kasus proyek PPIDT di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Hal senada diungkapkan pengamat politik CSIS, J Kristiadi. Menurutnya, pelaku tindak pidana korupsi satu merupakan ancaman bagi pelaku korupsi yang lain. "Kalau koruptor ketangkap, proses itu bisa membongkar koruptor-koruptor lain. Bukan karena niat baik, tetapi niat karena berbagai macam alasan, tidak ada solidaritas, tidak dilindungi dan lain sebagainya," ucapnya, Jakarta, Minggu (18/12/2011).

Ancaman satu pelaku bagi pelaku korupsi lainnya, imbuh Kristiadi, sebenarnya bisa dijadikan petunjuk bagi KPK untuk melangkah lebih dalam lagi dalam mengungkapnya. Bila kemudian ditengah jalan mampat, terkesan lambat, ia menilai masyarakat mempunyai peran besar untuk terus mendorongnya. "Partisipasi adalah kunci dari semuanya," kata dia. [mvi]

#korupsi
BERITA TERKAIT
Terpidana Korupsi Proyek PLN Batubara Diciduk
Karyawan Palma Minta KPK Buka Blokir Rekening
Airlangga Bakal Merangkul Loyalis Bamsoet di Munas
Polda Jatim Telusuri Dugaan Korupsi SDN Gentong
Faktor Eksternal Pengaruhi Perempuan Jadi Teroris
Soal Pilpres 2024, Anies: Baru 2 Tahun di Jakarta
Golkar Surakarta Komitmen Dukung Gibran di Pilkada

kembali ke atas