METROPOLITAN

Rabu, 21 Desember 2011 | 17:19 WIB

Transjakarta Rawan Kehilangan 40 Persen Penumpang

Irvan Ali Fauzi
Transjakarta Rawan Kehilangan 40 Persen Penumpang
inilah.com/Dok

INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang 2011, semakin banyak penumpang yang mengeluh dengan pelayanan bus Transjakarta. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memprediksi, jika tidak dibenahi, bukan tidak mungkin bus Transjakarta akan kehilangan 40 persen penumpangnya.

Menurut Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, sepanjang 2011, semakin banyak penumpang Transjakarta yang mengeluhkan pelayanan moda transportasi massa tersebut. Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah dalam hal waktu tunggu yang paling dominan, karena sesuai dengan karakter angkutan massal di Jakarta waktu itu menjadi sangat sensitif.

"Kita sebagai pengguna Transjakarta tidak menentu kan waktunya, dari 7 skala prioritas yang harus diperbarui adalah waktu tunggu, baik waktu tunggu dari halte ke halte maupun keseluruhan waktu tempuh," kata Tulus, Rabu (21/12/2011).

YLKI melihat, jika hal ini terus terjadi bukan tidak mungkin bus Transjakarta akan kehilangan sebanyak 40 persen penumpangnya. Hal itu karena 40 persen penumpang bus Transjakarta merupakan mantan pengguna kendaraan pribadi roda dua, roda empat dan taksi.

Namun, jika harapan 40 persen orang tersebut tidak dipenuhi oleh Transjakarta maka bisa dipastikan mereka akan kembali menggunakan kendaraan pribadi lagi dan ini berdampak pada kemacetan yang bertambah parah di Jakarta.

"Logikannya jika 40 persen mantan pengguna kendaraan pribadi beralih ke Transjakarta, pasti kemacetan berkurang, tetapi sekarang buktinya masalah waktu datangnya armada menjadi persoalan, pasti mereka kembali ke kendaraan pribadi. Karena pada dasarnya setiap orang tidak ingin berlama-lama dijalan," jelas Tulus.

Selain itu, menurut Tulus juga yang terpenting agar Busway bisa memuaskan penggunanya adalah dengan pemberlakuan pembatasan jumlah kendaraan.

Karena itu, dia pesimis Transjakarta bisa mengurangi macet jika pertmbuhan kendaraan yang meningkat dengan munculnya 1500 kendaraan roda dua yang baru serta 3500 roda empat baru perbulan.

"Bagaimana kemacetan bisa berkurang jika tidak ada pembatasan kendaraan. Jadi jika MRT akan diterapkan tetapi pembatasan kendaraan tidak dilakukan maka akan sama saja," jelas dia.[bay]

#transjakarta
BERITA TERKAIT
Pagi Ini, Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan
Polisi Selidiki Pembongkaran Portal Sungai Turi
Hari Ini Cuaca Jakarta Cerah Berawan
(Teror Ait Keras Di Jakarta Barat) Pelaku Siram Korban Dengan Soda Api, Ini Efeknya
Polisi Tangkap Pelaku Teror Air Keras Di Jakbar
Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal
Lapor Jual Kendaraan Bermotor Lewat Aplikasi Ini

kembali ke atas