METROPOLITAN

Rabu, 21 Desember 2011 | 23:08 WIB

Rebutan Hak Asuh, Mantan Istri Bawa Kabur Anak

Irvan Ali Fauzi
Rebutan Hak Asuh, Mantan Istri Bawa Kabur Anak

INILAH.COM, Jakarta - Peter Soetanto (46) sempat merasa lega setelah dapat berkumpul kembali dengan anaknya, Jason Soetanto Putra (11), setelah dua tahun terpisah.

Peter terpisah dengan Jason setelah anak yang dia sayangi itu dibawa oleh mantan istrinya, Fransisca Jo (44), pada pertengahan 2009.

Akibat perampasan paksa itulah sengketa hak asuh anak antara pihak Peter Soetanto dan Fransisca Jo malah jadi semakin rumit. Padahal sebelumnya hak asuh atas Jason telah diberikan pada Peter dalam sidang sejak di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hingga kasasi di Mahkamah Agung.

"Sudah dua tahun saya mencari anak saya, karena anak ini selalu dekat di hati saya. Karena ada sakit di otak kirinya akibat disleksia. Saya perlu memperbaiki pelajaran dia, dan memberi perawatan di Singapura," ujar Peter kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Meski telah mendapatkan kembali putra kesayangannya itu, ada beberapa hal yang dia sayangkan. Pasalnya selama dua tahun selama Jason disembunyikan ibunya, Jason seperti ditelantarkan.

"Kasihan Jason-nya, apakah dia sekolah? Dia tidak sekolah. Hanya cuma dileskan di rumah. Kalo dia sayang pada jason, kenapa dia harus dibeginikan?" Tutur Peter.

Sengketa hak asuh ini bermula dari perceraian antara Peter dan Fransisca di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 2005. Dalam sidang gugatan cerai yang diajukan Peter itu, majelis hakim memberikan hak asuh atas Jason kepada Peter.

Namun, Fransisca tidak terima dengan putusan PN Jakarta Utara tersebut. Dia kemudian mengajukan gugatan atas hak asuh yang dipegang Peter di PN Jakarta Barat pada 2006. Gugatan Fransisca pun ditolak oleh hakim PN Jakarta Barat.

Namun Fransisca berhasil mendapatkan hak asuh Jason saat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima gugatannya pada 2007.

Tidak berhenti di situ. Peter kemudian mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA) pada 2009. MA mengabulkan gugatan Peter dan mengmbalikan hak asuh atas Jason kepadanya.

Menurut Peter, sebelum dan setelah putusan cerai pada 2005, Jason sudah berada dalam perawatan dan pengasuhan dirinya. Karena Jason memiliki penyakit disleksia, semacam gangguan pada otak kirinya, Peter menyekolahkan dan merawat anaknya itu di Singapura.

Pertengahan 2009, Peter dan Jason kembali ke Indonesia dan memutuskan tinggal di Bandung. Namun ketika Jason sedang mengikuti les di sebuah pusat belajar anak, dia dijemput dan dibawa oleh dua orang suruhan Fransisca berinisial T dan L.

"Itu mengapa hakim pengadilan Jakarta utara memberi hak kepada saya. Kalau memang fransisca punya niat baik, knp jason diambil begitu, kenapa tidak baik-baik," sesal Peter.

Peter pun melaporkan perampasan itu ke Polrestabes Bandung Barat dengan laporan tindak penculikan. Penyidik kemudian menetapkan Fransisca bersama dua temannya sebagai tersangka akibat melanggar pasal 330 KUHP jo. Pasal 1 dan pasal 14 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak p. Berkas kasus ini pun telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Bandung pada Desember 2010.

Karena tak pernah memenuhi panggilan sidang, Fransisca dan temannya kemudian ditetapkan sebagai buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dia ditangkap Penyidik Polda Jawa Barat pada November 2011.

Saat ini Peter sudah mendapatkan kembali anaknya, dia hanya berharap agar hak asuh terhadap anaknya tersebut dinyatakan sah. Dan bisa merawat anaknya.

Peter juga menawarkan agar Davin Soetanto Putra (18), anaknya yang juga kakak Jason, mau berkumpul kembali bersamanya.

"Mengenai davin, jika dia tidak merasa dibiayai saya yang biayainya. Fransisca adalah 100 persen ibu rumah tangga. Apapun yang terjadi, Davin membawa nama saya. Davin dan Jason tetap anak saya sampai mati pun tetap anak saya, ahli waris saya," tegasnya. [iaf/lal]

#rebutan #hak asuh #anak
BERITA TERKAIT
BPRD Tagih Pajak ke Rumah Para Penunggak
(Operasi Zebra Jaya) Polisi Amankan 800 Kendaraan Bermasalah Pajak
BPN Kota Depok Tertibkan Warga Berdalih Verponding
Anies Temui Pembalab Formula E Asal Belgia
Banyak Nama Cawagub, Anies: Harus Bisa Kerja Sama
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Hari Ini
Lagi, Prostitusi Berkedok Karaoke Ditutup Anies

kembali ke atas