GAYA HIDUP

Jumat, 23 Desember 2011 | 13:05 WIB

Kebutuhan Psikologis kurang, Anak Rentan Depresi

Dahlia Krisnamurti
Kebutuhan Psikologis kurang, Anak Rentan Depresi
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM,Jakarta - Depresi ternyata bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Anak pun rawan dilanda depresi, terutama jika Anda tak teliti memenuhi kebutuhan psikologisnya.

Depresi merupakan gejala kehilangan gairah, semangat dan menurunnya daya fikir, dari gejalaa ini akan menimbulkan stress, gelisah dan cemas. Karenanya para orangtua banyak di anjurkan untuk mengenali kondisi kejiwaan anak sejak dini.

Beberapa penilitian psikolog, salah satu gejala defresi yang di alami oleh bayi, biasanya selalu rewel. Jika bayi mengalami depresi atau kecemasan dan dibiarkan, maka akan terbawa dan berpengaruh sampai dewasa.

Sedangkan depresi pada anak-anak di usia sekolah terlihat pada perubahan perilaku seperti prestadi pelajaran menurun.

Lantas, bagaimana cara mengatasi saat buah hati tercinta mengalami depresi?

1. Berikan anak asupan nutrisi yang baik dan bergizi agar kondisi badannya tidak melemah. Atur pola istirahatnya dengan tidur cukup agar sel-sel otaknya bisa rileks dan memacu pertumbuhan hormon-hormon pembangkit mood juga semangat.

2. Luangkan dan ciptakan quality time untuk anak. Manfaatkan sesempit apa pun waktu untuk berkomunikasi dengan anak setiap hari. Tanyakan kondisi anak, dengarkan ketika dia mengutarakan masalah yang sedang dihadapinya, berikan respons positif, dan biarkan ketika dia menuliskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya di diary.

3. Ciptakan suasana nyaman di rumah dan siapkan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak sehingga dia dapat bermain, berimajinasi, mengembangkan kreativitasnya, serta mengekspresikan bakat seninya, seperti bermusik, menggambar, menulis, menari, dan berkreasi dengan kertas atau tanah liat. Seni-seni seperti ini bisa menjadi terapi kecerdasan dan kesehatannya.

4. Bantulah si kecil untuk belajar mengidentifikasi bermacam strategi penanggulangan depresi. Misalnya, mengajarkannya cara meminta pertolongan jika ada seseorang yang mengganggunya, mengajarinya bersikap terbuka dengan mengatakan apa yang disukai dan tidak disukainya, atau meninggalkan orang yang bisa mengganggu kenyamanannya. [mor]

#depresi #anak
BERITA TERKAIT
Perhatian Orangtua Ketika Memilih Mainan Anak
Beasiswa beri Semangat untuk Anak Belajar
Tips Detox Gawai, Atasi Kecanduan pada Anak
Anggaran Lem Aibon Bisa untuk Program Gizi Anak?
Dive Nobatkan Indonesia, Best Destination 2019
Lounge Baru Terminal 2 Soetta Manjakan Travellers
(Kemenparekraf) Sales Mission Singapura Promo Danau Toba-Mandalika

kembali ke atas