PASAR MODAL

Jumat, 23 Desember 2011 | 16:53 WIB

Obligasi Spanyol-Italia Tahan Laju Rupiah

Ahmad Munjin
Obligasi Spanyol-Italia Tahan Laju Rupiah
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (23/12) ditutup menguat 10 poin (0,11%) ke level Rp9.050/9.060 per dolar AS dari posisi kemarin 9.060/9.070.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh membaiknya sentimen setelah Kongres Amerika Serikat menyetujui untuk memperpanjang insentif pajak bagi kelas menengah. Hal itu, menurutnya, memberikan harapan jika AS dapat melanjutkan pemulihan ekonominya.

Sebab, lanjutnya, insentif yang diberikan bagi kelas menengah, dilihat pasar, akan mempengaruhi 160 juta pekerja di AS. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuatnya 9.005 setelah sempat mencapai level terlemahnya 9.060 dari posisi pembukaan di level yang sama, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (23/12).

Meski begitu, kata Firman, penguatan rupiah tidak bisa bertahan lama. Pasalnya, investor masih mencemaskan kondisi krisis utang zona euro. "Hal ini tampak pada kenaikan yield obligasi Spanyol dan Italia. Yield obligasi Spanyol naik 18 basis poin ke level 5,39% sedangkan yield obligasi Italia naik 5 basis poin ke level 6,86% untuk tenor 10 tahun," papar Firman.

Padahal, semalam Senat Italia sudah menyetujui voting program penghematan fiskal yang diajukan oleh Perdana Menteri Mario Monti. Kenaikan yield tersebut, mengindikasikan, investor masih mencemaskan potensi penyebaran krisis utang lebih lanjut.

Meskipun semalam, lanjut Firman, Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengutarakan optimisme-nya soal keberlanjutan euro sebagai mata uang tunggal Eropa. "Itu tidak mempan menahan kekhawatiran pasar," ucap Firman.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun ke level 79,822 dari sebelumnya 79,964. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,3070 dari sebelumnya US$1,3050 per euro," imbuh Firman.

#rupiah #obligasi #italia #spanyol #yield #mario draghi
BERITA TERKAIT
Jargas Kota Dumai Layani 4.743 Rumah Tangga
Inilah Manfaat Indosat Jual Tower Telekomunikasi
Inilah Potensi Negatif di Bursa Saham AS
Fed Sepakat Oktober Jadi Pemangkasan Terakhir?
Data Stok AS Naikkan Harga Minyak Berjangka
Harga Emas Berjangka Jauhi Level Tertinggi
Inilah Pemicu Pelemahan Bursa Saham AS

kembali ke atas