BOLA

Jumat, 23 Desember 2011 | 20:52 WIB

PSSI Janjikan Bahas Deklarasi Jakarta

Boy Leonard Pasaribu
PSSI Janjikan Bahas Deklarasi Jakarta
Ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin inilah.com/Ardhy fernando

INILAH.COM, Jakarta Ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, berjanji akan membahas Deklarasi Jakarta yang dicetuskan anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RASN).

Jumat siang (24/12/11), ketua Forum Pengurus Provinsi (FPP) Dwi Irianto tiba di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, menyerahkan setumpuk berkas Deklarasi Jakarta, diantaranya berisi mosi tidak percaya terhadap ketua umum dan permintaan digelarnya Kongres Luar Biasa.

Ketua umum Djohar Arifin dalam jumpa pers sore harinya belum bisa memberikan terlalu banyak penjelasan mengenai hal ini.

"Kami kan baru terima tadi. Berkasnya juga setumpuk. Kami akan pelajari dulu, nanti dibuat poin-poinnya dan dibawa ke rapat Komite Eksekutif," jelasnya dalam jumpa pers di tempat yang sama, sore harinya.

RASN digagas oleh FPP dan dihadiri 452 anggota PSSI. Namun Djohar mempertanyakan keabsahan status para anggota yang datang pada acara RASN.

"Kami akan klarifikasi dulu, apakah itu sah atau tidak. Soalnya, banyak sekali surat maupun pesan singkat yang mengatakan itu bukan wakil pengurus," tandas Djohar.

RASN membicarakan masalah dalam sepak bola nasional di era kepengurusan ketua umum Djohar Arifin Husin. Topik pembahasan utama adalah kebijakan kabinet Djohar yang mengganti kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim lalu dengan Indonesian Premier League (IPL).

Tidak hanya mengganti nama, jumlah klub pun bertambah dari 18 menjadi 24 klub. Selain perubahan jumlah klub yang menurut kubu FPP melanggar statuta, penentuan enam klub tidak dilakukan secara fair play, namun berdasarkan kedekatan dan kepentingan tertentu.

"Kami awalnya merasa prihatin dengan kondisi sepakbola nasional saat ini. Kami berharap dengan mengumpulkan seluruh anggota PSSI, akan ada kesamaan pandangan mengenai bagaimana langkah ke depan mengurus sepakbola nasional. Mereka kemudian satu suara mendesak PSSI untuk segera menggelar KLB untuk memilih kepengurusan baru," Dwi menjelaskan.

#pssi #djohar #deklarasi jakarta #rasn #dwi
BERITA TERKAIT
Shin Tae-Yong Tertantang Latih Timnas Indonesia
Ketum PSSI Bertemu Presiden AFC di Kuala Lumpur
Target PSSI untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
PSSI Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah Piala AFF
Berikut 23 Pemain untuk Perkuat Timnas Indonesia
Riko Simanjuntak Masuk Best Starting XI ASEAN
PSSI Pecat Simon McMenemy

kembali ke atas