EKONOMI

Rabu, 28 Desember 2011 | 16:11 WIB

PMK Kawasan Berikat tak Rugikan Pengusaha

Dian Ihsan Siregar
PMK Kawasan Berikat tak Rugikan Pengusaha
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Berikat tidak memberikan kerugian pengusaha lokal maupun dari pengusaha asing yang berusaha di Indonesia.

"Dari PMK ini maka orientasi lebih ke ekspor, bukan untuk penjualan dalam negeri. Justru dengan adanya peraturan ini maka akan kembali ke relnya (ke jalan yang sesuai). Karena kita ingin melindungi produksi dalam negeri, tetapi tidak juga akan menghambat ekspor," ujar Direktur Fasilitas Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Kemeterian Keuangan Nasar Salim dalam siaran persnya tentang PMK 147 tentang kawasan berikat di Jakarta, Rabu (28/12).

Aturan ini dimulai pada tanggal 1 Januari 2011. Bersama ini produsen dalam negeri akan terbantukan karena produsen kawasan berikat nanti hanya boleh menjual sekitar 25% dari nilai realisasi ekspor tahun sebelumnya dan nilai realisasi penyerahan ke Kawasan Berikat lainnya tahun sebelumnya. Aturan itu mempunyai masa transisi sampai 31 Desember 2014.

Saat ini penyelenggaraan kepabeanan dan kawasan berikat banyak yang tidak sesuai dengan undang-undang. Barang-barang di kawasan berikat ini akan diatur PP nomor 32 Tahun 2009, juga harus berorientasi ke ekspor. Kalau pun dijual dalam negeri hanya 25% dan sisanya harus diekspor.

"Ada beberapa kasus impor khusus TPT (Tekstil dan produk tekstil), di tahun 2011 sendiri terdapat 73 kasus terkait pelanggaran hal tersebut," jelasnya. [cms]

#PMK Kawasan Berikat #Ditjen Bea Cukai #Nasar Salim
BERITA TERKAIT
Di Forum Mentan Sedunia, SYL Bawa Tiga Misi Pangan
Pakar IPB Dorong Kolaborasi Ekonomi Lokal
Kemendes PDTT Wakili RI di Pertemuan OECD Paris
Mentan Bangga Kopi Blawan Dihargai Mahal di Jerman
(Kementan) Alokasi dan Penggunaan Pupuk Sesuai Kebutuhan
Kisruh di TVRI, Rizal Ramli Dukung Helmi
DPR Dukung Ahok dan Moeldoko Berantas Mafia Migas

kembali ke atas