EKONOMI

Rabu, 28 Desember 2011 | 16:57 WIB

Presiden: Subsidi Tak Bisa Dihapus dari APBN

Tio Sukanto
Presiden: Subsidi Tak Bisa Dihapus dari APBN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Cilacap - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakinkan subsidi merupakan komponen APBN yang tidak bisa dihindari saat ini. Oleh sebab itu keberadaan subsidi itu tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Demikian disampaikan Presiden SBY melalui video conference saat peresmian pengoperasian PLTU 1 Banten Suralaya 1xx625 MW di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/12).

"Dalam APBN kita ada komponen subsidi yang memang ditujukan untuk memerlukan bantuan, dan itu kita benarkan dan kita anggap solusi. Namun manakala subsidi itu tidak tepat sasaran berarti subsidi itu keliru dan perlu kita tata kembali," kata Presiden SBY.

SBY mengakui subsidi yang dikeluarkan untuk sektor energi baik untuk BBM dan listrik masih tergolong tinggi. Oleh sebab itu tidak ada kata lain selain harus menata kembali subsidi tersebut agar tidak terlalu besar.

"Secara sistematis subsidi harus ditata kembali. Kita cegah penggunaan subsidi yang tidak tepat sasaran. Listrik dan BBM cukup besar, kita kurangi itu," jelas SBY.

"Caranya bagaimana, opsi terbaik adalah mengendalikan volume dalam arti harus kita pastikan sesuai dengan yang diperlukan," tambah dia.

Untuk melakukan pengaturan tersebut SBY tidak seteju seandainya pengaturan itu dilakukan dengan kenaikan harga. "Tidak selalu dengan kenaikan harga, kita pilih opsi terbaik kemudian kita tetapkan berapa jumlahnya. Jadi banyak cara yang bisa kita lakukan.Pemerintah terus bekerja agar APBN kita semakin besar," jelas SBY.

Dalam APBN-P 2011, untuk subsidi BBM saja sebesar Rp129,7 triliun. Kuota BBM subsidi yang dipatok dalam APBN-P 2011 adalah sebesar 40,49 juta kiloliter. Kuota itu pun terlampaui sehingga harus menambah 1,5 juta kilo liter yang memicu subsidi BBM mencapai Rp160 triliuin. [hid]

#bbm bersubsidi #sby #dana subsidi #apbn 2011
BERITA TERKAIT
Mentan SYL Lawan Alih Fungsi Lahan dengan Insentif
Bea Cukai Bareng Kastam Malaysia Jaga Selat Malaka
KLHK Ajak Generasi Muda Cinta Lingkungan
Bea Cukai Tarakan Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi
Seismik Laut 2D, Pertamina Investasi US$239 Juta
(Ciptakan SDM Unggul) Bea Cukai Lanjutkan Kerja Sama BPSDM Perhubungan
Bea Cukai Ajak BPPI KLHK, Cek Kayu Hitungan Menit

kembali ke atas