NASIONAL

Rabu, 28 Desember 2011 | 21:23 WIB

Nobar Kasus Bima, Tegaskan Polisi Serang Warga

Agus Rahmat
Nobar Kasus Bima, Tegaskan Polisi Serang Warga
blogspot

INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah elemen massa melakukan aksi nonton bareng (Nobar) kerusuhan di Bima, NTB di depan gedung DPR, Jakarta. Massa ingin menjelaskan bahwa kerusuhan di pelabuhan Sape tersebut bukan bentrok antara warga dengan polisi melainkan pembantaian yang dilakukan oleh Polisi terhadap warga.

"Itu adalah bentuk pembantaian, bukan bentrok. Kalau bentrok pasti ada perlawanan dari kami dan polisi terluka, ini tidak ada polisi terluka. Posisi kami bertahan," jelas koordinator aksi Delian Lubis, di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/12/2011) malam.

Menurutnya, tidak seharusnya masyarakat yang ditangkap. Sebab, mereka hanya menuntut haknya. "Yang harus ditangkap dan diadili seharusnya Ferry Zulkarnaen (Bupati Bima, red)," katanya.

Dia menuding, Polisi yang sengaja menyerang. memanfaatkan jumlah warga yang sedikit karena pulang menggarap lahan. "Polisi sudah merencanakan sistematis, kami sudah sedikit sejak pagi," katanya.

Hingga kini, diakuinya kalau masyarakat Lambu Bima masih banyak yang trauma. Bahkan, mereka takut berobat dan keluar kampung."Masyarakat takut berobat ke RSUD. Mereka takut dijadikan tersangka," katanya.

Nobar di depan gedung DPR ini dihadiri oleh ratusan massa dari PRD, LMND maupun Petisi 28. Para pengguna jalan juga menyempatkan diri melihat nobar ini. Walau begitu, tidak mengganggu kelancaran lalulintas. Pihak keamanan tidak disiagakan berlebihan. Hanya dari keamanan yang biasa di DPR.(ndr)

#bima #bentrok
BERITA TERKAIT
Sambangi SKK Migas, Kapolri Siap Tindak Mafia
Pimpinan KPK Temui Pimpinan Komisi III
Bertemu Yusril, Ketua DPD Bahas Sejumlah Isu
Ini 2 Kandidat Cawagub DKI Sudah Disetujui
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Pantai Selok Anyar
Calon Istri Tak Tahu Ponari Pernah Tenar
Nama Lama Dihapus Dari Radar Cawagub DKI

kembali ke atas