PASAR MODAL

Jumat, 06 Januari 2012 | 20:45 WIB

Wall Street Diprediksi Menguat

Wahid Ma'ruf
Wall Street Diprediksi Menguat
elnoticioso.com

INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi akan menguat pada perdagangan Jumat (6/1). Pasar menunggu data pekerjaan yang dapat menunjukkan proses pemulihan ekonomi AS.

Untuk data non-farm payrolls bulan Desember 2011 akan dirilis pada Jumat pagi. Pasar mengharapkan terjadi peningkatan sebesar 150.000 setelah meningkat 120.000 pada bulan November 2011.

Data soal pekerjaan pada Kamis kemarin soal menurunnya rencana PHK dari sektor swasta. Pekerjaan di sektor swasta naik 325.000 pada bulan Desember. Angka ini melebihi perkiraan sebelumnya.

Untuk klaim pengangguran turun sebesar 15.000 pada pekan terakhir tahun 2011 menjadi 372.000. Pasar akan mencermati informasi soal Citigroup, Alcoa, Boeing.

Jepang dikabarkan membel obligasi senilai US$300 juta atau senilai US$383 juta dari daa penyelamatan Uni Eropa yaitu Fasilias Stabilisasi Keuangan Eropa (EFSF) kemarin. Jumlah itu telah menyumbang 10% dari kebutuhan EFSF senilai 3 miliar euro.

Sementara bursa saham Amerika Serikat ditutup mixed pada Kamis (5/1). Saham sektor bank memimpin kenaikan pada Kamis meski Eropa kembali bergejolak.

Indeks Dow Jones turun 2,72 poin atau 0,02% ke level 12.415,70. Indeks S&P 500 naik 3,76 poin atau 0,29% ke level 1.281,05. Indeks Nasdaq naik 21,50 poin atau 0,81% ke level 2.669,86.

Sedangkan bursa Asia pada hari ini mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 1,2%, indeks Nikkei turun 1,1%, indeks Shanghai naik 0,7%, indeks ASX turun 0,8%, indeks Kospi turun 1,1%, indeks STI turun 0,1%.

#wall street #laporan kuartal3 #utang eropa #dolar #em
BERITA TERKAIT
PT Mitra Pemuda Mulai Untung Jadi Rp3,9 Miliar
Miliki US$110 M, Gates Jadi Orang Terkaya Lagi
Bursa Saham AS Berpotensi Positif
Bursa Saham Eropa Masih Bergerak Terbatas
Gilang Seto Lepas Jabatan Direktur di GOLD
Bursa Asia Mainkan Isu Perang Tarif di Area Hijau
IHSG Kurangi Kerugian ke 6.122,62

kembali ke atas