NASIONAL

Sabtu, 07 Januari 2012 | 00:05 WIB
(Bentrokan Polri dan Warga Bima)

Akui Perbedaan, Polri Lakukan 'Join Investigasi'

Renny Sundayani
Akui Perbedaan, Polri Lakukan 'Join Investigasi'
Kapolri Timur Pradopo inilah.com/Ardy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Kapolri akui ada perbedaan mengenai jumlah korban kasus kekerasan pengunjuk rasa di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Tentunya temuan-temuan tadi sudah disampaikan Ketua Komnas HAM, ada yang sama, ada yang berlainan, contoh korban ada yang meninggal dua di TKP, kemudian ada lagi yang meninggal pada kejadian hari sabtu, itu sabtu sore atau minggu masih harus diclearkan, kapan meninggalnya dan karena apa. Saksi-saksi kita periksa, ucap Kapolri Timur Pradopo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/1/2011).

Kendati demikian, pihaknya menyetujui saran dari Komnas HAM yang bertandang ke Mabes Polri untuk melakukan 'Join investigasi'. Lebih jauh Timur mengatakan, pihaknya akan segera melakukan investigasi ke lapangan, guna menemukan kesamaan persepsi antara Polri dan Komnas HAM.

Sehingga apa yang menjadi permasalahan di sana, seperti disana ditemukan yang meninggal, apa karena aparat atau lainnya itu bisa clear. Bukan sampai disitu, juga akan diproses sampai pengadilan, di peradilan umum, itulah yang kita satukan termasuk nanti bagaimana bentuk join investigasi nanti antara kepolisian dengan komnas ham, bebernya.

Oleh karena itu, Polri segera akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM. Supaya nanti sama masalahnya apa, karena apa, tindak lanjutnya seperti apa, tegasnya. [mar]

#bima #tindak kekerasan #polri #komnas ham #senjata ta
BERITA TERKAIT
Firli Sandang Bintang 3, Kombes Argo Pecah Bintang
Polri Jelaskan Larangan Anggota Pamer Kemewahan
Polri Amankan 71 Orang Terduga Teroris, 3 Tewas
Kapolri Pimpin Sertijab Kabarharkam & Kakorlantas
Bendahara Jaringan Kelompok Bom Medan Ditangkap!
Bom Medan, Polisi Kembali Amankan 26 Tersangka
Teman Ngaji Pelaku Bom Medan Diamankan Polisi

kembali ke atas