PASAR MODAL

Minggu, 08 Januari 2012 | 09:02 WIB

January Effect Pengaruhi Saham BUMI Sepekan

Agustina Melani
January Effect Pengaruhi Saham BUMI Sepekan
IST

INILAH.COM, Jakarta - January effect dinilai turut mempengaruhi pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selama sepekan. Harga saham BUMI ditutup ke level Rp2.200 pada Senin (2/1) dan terus naik hingga ke level Rp2.325 pada penutupan perdagangan saham Jumat (6/1).

"Di awal tahun ada January Effect, investor optimistis pada awal tahun ini sehingga turut mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) termasuk harga saham BUMI," ujar Analis PT Capital Price Deddy Ertanto, saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (6/1).

Lebih lanjut ia menuturkan, January effect diperkirakan akan terjadi hingga akhir bulan ini sehingga dapat mempengaruhi pergerakan saham BUMI ke depan. Apalagi fundamental ekonomi Indonesia baik menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut Deddy, kabar konglomerasi asal India grup Aditya Birla tertarik membeli 10-15% saham turut mempengaruhi pergerakan saham BUMI Jumat (6/1). Tetapi hal itu baru sebatas kabar belum ada langkah nyata dalam pembelian saham BUMI tersebut. "Berita tersebut belum terlaksana tapi memang mempengaruhi pergerakan saham BUMI," tutur Deddy.

Seperti diketahui, saham BUMI ditutup di level Rp2.200 per saham pada Senin (2/1), lalu saham tersebut beranjak naik ke level Rp2.275 pada perdagangan saham Selasa (3/1). Saham BUMI pun ditutup naik ke level Rp2.325 pada perdagangan saham Rabu (4/1), dan terus naik ke level Rp2.350 pada Kamis (5/1). Sayang kenaikan saham BUMI hanya sementara sehingga melemah ke level Rp2.325 pada Jumat (6/1). [mdr]

#bumi resources #saham bumi #bumi
BERITA TERKAIT
Investor Asing Masih Kuasai Mayoritas Saham BUMI
Serangan ke Aramco Kurangi Produksi Minyak Saudi
AS Kaji Kenaikan Tarif hingga 100% ke Eropa
Kesepakatan AS-China Bisa Hijaukan Bursa di 2020
Minyak Mentah Berakhir di Level Tertinggi 2 Bulan
Harga Emas Naik dalam Kehati-hatian
Bursa Saham AS Naik Respon Kesepakatan AS-China

kembali ke atas