NASIONAL

Minggu, 08 Januari 2012 | 17:14 WIB

Penembakan di Aceh Digerakkan Kekuatan Besar

Soemitro
Penembakan di Aceh Digerakkan Kekuatan Besar
Koordinator KontraS, Haris Azhar Foto : Ist

INILAH.COM, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyayangkan ucapan Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang menyatakan bahwa modus penembakan di Nanggroe Aceh Darussalam merupakan tindakan kriminal murni.

"Pernyataan Kapolri harus dikoreksi, bahwa penembakan di Aceh adalah kriminal murni. Karena dilihat dari rentetan dan modusnya, penembakan dilakukan oleh kekuatan ekstra ordinary," ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar, didampingi Bidang Litbang YLBHI, Agung Wijaya, dalam jumpa pers di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2012) sore.

Dia mengatakan, dalam peristiwa penembakan di Aceh pelaku menggunakan modus baru dalam melakukan aksinya. Namun sebelum melakukan aksi, mereka sudah melakukan koordinasi mengenai calon korban yang dijadikan target. Dengan kata lain, kata Haris, ada distribusi informasi yang baik dalam beberapa kejadian penembakan di Aceh.

Sedangkan modus baru yang dilakukan. Pelaku memilih waktu dan tempat yang berbeda-beda. Salah satunya dengan memilih tempat yang sepi, bukan tempat keramaian sebagaimana modus penembakan yang terjadi sebelumnya di Poso, Maluku dan Ambon yang menggunakan cara-cara lama.

Salah satu dari lima kejadian penembakan yang dilakukan, imbuh Agung Wijaya, dilakukan saat calon korban sedang berkumpul dan beristirahat, yakni menjelang malam. Setelah mendapatkan informasi dengan baik mengenai identitas calon korban, pelaku kemudian melakukan penembakan dengan menggunakan laras panjang. "Kami yakin bahwa ini ditopang oleh kekuatan besar. Pernyataan Kapolri harus dikoreksi," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Istana Negara, Selasa (3/1/2012), mengungkapkan bahwa kasus penembakan di Aceh merupakan tindakan kriminal murni. Meski diakui bahwa serangkaian peristiwa penembakan saat ini tengah diselidiki pihaknya. [mvi]

#penembakan #aceh #kontras #ylbhi
BERITA TERKAIT
Suhendra Apresiasi Pertemuan Menhan-Wali Nanggroe
Aceh Aman, Insan Komunikasi Harap Jaga Perdamaian
Gandeng Interpol Soal SN, KPK Dinilai Berlebihan
Wacana Pembubaran TP4D, Ini Kata Komisi III
Tersangka Kasus Suap Impor Ikan Segera Diadili
NasDem Serukan Reformasi Tata Kelola Obat Nasional
3 Suporter RI Ditahan di Malaysia, Ini Kata Polri

kembali ke atas