PASAR MODAL

Selasa, 10 Januari 2012 | 18:31 WIB

Data China & Earnings AS Halau Sentimen Eropa

Ahmad Munjin
Data China & Earnings AS Halau Sentimen Eropa
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta IHSG menguat tajam tapi rupiah masih stagnan. Surplus perdagangan China dan positifnya rilis kinerja keuangan perusahaan publik di AS menghalau sentimen negatif Eropa.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, meski ditutup stagnan, rupiah sepanjang perdagangan sempat melemah ke level 9.200 per dolar AS. Pelemahan tersebut, menurut dia, dipicu oleh faktor eksternal seiring memburuknya sentimen di Eropa.

Salah satunya, lanjut Firman, dipicu oleh beberapa surat kabar di Eropa yang menulis bahwa International Monetary Fund (IMF) telah kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan Yunani untuk membenahi masalah utangnya.

"Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.200 dan 9.140 sebagai level terkuatnya dari posisi pembukaan 9.180 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (10/1). Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (10/1) ditutup stagnan pada level 9.140/9.170 per dolar AS.

Selain itu, kata dia, rupiah juga mendapat tekanan negatif karena pernyataaan dari asisten Menteri Keuangan Jerman. Dia menyatakan, bahwa penghapusan (write off) sebagian nilai obligasi Yunani harus lebih besar lagi.

Di lain pihak, lanjut Firman, pertemuan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dengan Kanselir Jerman Angela Merkel semalam meningkatkan risiko default utang Yunani. "Sebab, kedua petinggi Eropa ini menegaskan bahwa Yunani harus mencapai kesepakatan penghapusan nilai obligasinya (hair cut) sebelum Maret 2012. Padahal, awal Maret merupakan jatuh tempo sebagian besar surat utang Yunani," ujarnya.

Hanya saja, rupiah kembali menguat, karena pada awal sesi Asia, market mendapat sentimen positif dari data surplus perdagangan China. "Data China ini, bisa mengimbangi sentimen negatif Eropa," tuturnya.

Neraca perdagangan China mengalami surplus sebesar US$16,52 miliar. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi US$8,78 miliar dan angka sebelumnya US$14,5 miliar. "Tapi, jika dilihat lebih jauh, data tersebut sebenarnya tidak terlampau positif," ungkapnya.

Data ekspor China sebenarnya stabil meskipun neracanya surplus. Ekspor China hanya tumbuh 13,4% dari sebelumnya 13,8%. "Memang surplusnya naik, tapi dipicu oleh impor yang turun drastis," ungkap dia. Impor China hanya tumbuh 9,8% dari sebelumnya 20,1%.

Rendahnya impor, kata Firman menandakan aktivitas ekonomi domestik China sedang cooling down. "Artinya, ekonomi China melambat yang telah ditegaskan oleh data-data ekonomi sebelumnya di mana data manufaktur China mengalami kontraksi," imbuhnya.

Sementara itu, pasar saham mendapat sentimen positif dari momentum rilis kinerja keuangan di Wall Street, AS. Tadi, pagi, laporan keuangan dari Alcoa Inc juga dirilis cukup positif. "Tapi, karena situasi Eropa negatif, euforia bursa saham tidak tertransfer ke rupiah. Rupiah masih menunggu lelang obligasi Spanyol dan Italia serta hasil pertemuan European Central Bank (ECB) Kamis (12/1).

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke level 80,820 dari sebelumnya 81,051. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,2790 dari sebelumnya US$1,2765 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 49,77 poin (1,28%) ke level 3.938,842 ikut terangkat positifnya pergerakan rata-rata bursa Asia. Kondisi ini, dipicu oleh optimisme pasar atas data-data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini terutama non-farm payrolls dan tingkat pengangguran AS akhir pekan lalu.

Yang terbaru, lanjut Purwoko, AS juga merilis positif data kredit konsumen yang angkanya bertambah pada November 2011 sebanyak US$20,37 miliar. Menurut laporan Federal Reserve, kenaikan tersebut merupakan yang terbesar sejak 2001. Selain itu, pasar juga mengantisipasi laporan keuangan di pasar saham AS untuk kuartal IV-2011, imbuhnya. [mdr]

#rupiah #valas #nilai tukar rupiah
BERITA TERKAIT
IHSG Kehilangan 0,7% ke 6.245,04
Bursa Jepang Pimpin Pasar Saham Asia Naik
PT Adira Finance Habiskan Dana PUT 2019 Rp1,1 T
AS-China Tetap dalam Konflik Permanen
IHSG Tergelincir 0,4% ke 6.261,85 di Sesi I
Bandar Dapat Insentif BEI, Bagaimana Nasib Ritel?
Nilai Kapitalisasi Pasar di BEI Naik 0,3%

kembali ke atas