NASIONAL

Rabu, 11 Januari 2012 | 04:15 WIB

Senyum Miranda, Isyarat Jadi Tersangka?

Herdi Sahrasad
Senyum Miranda, Isyarat Jadi Tersangka?
Miranda Swaray Goeltom inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Seakan menutupi ketegangan dalam dirinya, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), Miranda Swaray Goeltom, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan tebar senyum dan pesona, Miranda yang disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap berupa cek pelawat tersebut datang ke KPK pukul 10.00 WIB, Selasa (10/1/2012). Miranda terjebak kerumunan insan pers dan dipaksa memberikan tanggapan, tetapi tidak kata-kata yang keluar dari mulutnya. Sungguh, Miranda dalam sorotan publik dan media.

Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zainal Arifin Muchtar, yakin Miranda Goeltom bisa dijerat KPK terkait kasus cek pelawat. Hal tersebut lantaran Miranda Goeltom saat ini sudah dicekal Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Zainal menilai status cekal mengindikasikan tinggal menunggu waktu bagi Miranda Goeltom untuk menjadi tersangka. "Besar kemungkinan Miranda bakal jadi tersangka. Tapi, itu tergantung Nunun Nurbaetie," kata Zainal.

Zainal menilai penuntasan kasus cek pelawat pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia oleh anggota Komisi IX DPR itu hanya bisa melalui Nunun selaku sosok kunci kasus tersebut. Jika Nunun tidak mau berterus terang, kasus itu berpotensi berhenti di Nunun. Aktor intelektual di balik kasus ini pun bakal tak tersentuh.

Dari Nunun, itu sebenarnya bisa dicari asal muasal dan ke mana aliran dana mengalir. Zainal khawatir ancaman psikologis membuat Nunun tidak bersedia membongkar kasus cek pelawat. Karena itu, kalau perlu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera memberi perlindungan terhadap Nunun Nurbaetie agar aman dari ancaman.

Pemeriksaan Miranda kemarini sebagaimana disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi, merupakan pengembangan dari kasus suap DGS BI. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi bagi tersangka Nunun Nurbaetie. Ia dimintai keterangan sebagai saksi bagi Ibu NN (Nunun Nurbaetie).

Para analis melihat, di balik penangkapan tersangka cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Bank Indoensia (BI) pada 2004 Nunun Nurbaetie diyakini menjadi pintu masuk pengungkapan kasus Century. Bagaimana cerita sebenarnya? masih tanda tanya.

Peran Nunun Nurbaetie dalam kasus cek perjalanan ini diduga terkait dengan kemenangan Miranda Swaray Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur BI pada 2004. Nunun diduga menyebarkan 480 lembar cek pelawat senilai Rp24 miliar untuk para anggota DPR RI periode 1999-2004 untuk memuluskan jalan Miranda.

Konstruksi inilah yang besar kemungkinan akan menyeret bekas Deputi Gubernur Bank Indoensia (BI) Miranda S Goeltom dalam kasus ini. Meski hingga saat ini, Miranda masih menjadi saksi dalam kasus perjalanan cek yang menyebar ke sejumlah anggota DPR lintas fraksi itu.

Nah, kaitannya dengan kasus Century, Miranda pada pertengahan November lalu juga telah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus yang memiliki dimensi politik yang tidak kecil itu. Saat terjadi bailout Century, posisi Miranda sebagai Deputi Gubernur BI.

Mantan inisiator angket Bank Century Mukhamad Misbahkun mengatakan posisi Miranda yang penting dalam kasus Century ini akan memudahkan pengungkapan kasus Century. "Jika Miranda ditangkap, saya yakin akan lebih memudahkan terbukanya kasus Century. Karena Miranda adalah Deputi Senior Gubernur BI ketika FPJP(Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) diberikan oleh BI ke Bank Century," katanya.

Posisi Miranda termasuk pihak yang hadir dalam rapat-rapat penting saat memutuskan pengucuran FPJP dan Bailout Bank Century, sebab Miranda merupakan figur kunci dalam kasus Century, selain figur Boediono dan Sri Mulyani.

Itulah sebabnya, jika Miranda dijadikan tersangka oleh KPK, maka penuntasan hukum kasus cek pelawat bisa melebar ke arah Centurygate yang masih rada mampat karena berbagai kepentingan elite terus menjerat dan menyandera. Namun, KPK harus mampu menuntaskan semua skandal ini, baik cek pelawat maupun Centurygate, agar keadilan bisa ditegakkan sekalipun separuh langit runtuh. [mdr]

#miranda #cek pelawat #nunun #nunun nurbaetie
BERITA TERKAIT
Diperiksa KPK, Anak Yasonna Laoly Ditanya Soal Ini
KPK Dalami Persetujuan Gamawan Di Proyek IPDN
KPK Surati Erick Thohir Soal Dirut Jasa Marga
Dirut AP2 Jelaskan Maksud Sinergitas Antar BUMN
Instruktur Pramuka Cabul Dihukum Kebiri 3 Tahun
Santri Keracunan Tongkol, Polisi Periksa 5 Saksi
Waspada! Uang Palsu Bekasi Beredar di Malang

kembali ke atas