EKONOMI

Rabu, 11 Januari 2012 | 17:57 WIB

Terancam Banjir, PLN Amankan Gardu Induk

Tio Sukanto
Terancam Banjir, PLN Amankan Gardu Induk
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - PLN telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana banjir dengan potensi terjadinya banjir sepanjang Januari-Februari 2012 ini.

Demikian disampaikan Direktur Operasi Jawa Bali PLN, Ngurah Adnyana di Jakarta Rabu (11/1). "Dalam beberapa kejadian musibah banjir besar yang melanda Jakarta dan sekitarnya, terutama banjir besar tahun 2002 dan 2007, terdapat beberapa instalasi listrik milik PLN berupa Gardu Induk (GI) dan Gardu Distribusi (GD) yang sempat terendam air. Belajar dari pengalaman menghadapi banjir tahun-tahun sebelumnya, maka PLN telah membuat langkah-langkah antisipasi sebagai upaya mitigasi bencana banjir," kata Ngurah Adyana.

Tujuannya supaya pasokan listrik kepada pelanggan, mulai dari sisi pembangkitan, transmisi, dan distribusi tetap terjaga kesinambungannya. Meskipun dalam situasi bencana banjir.

Beberapa pencegahan yang dilakukan PLN seperti pembuatan tanggul permanen jalan masuk di 13 GI rawan banjir dan gardu distribusi. Penambahan kolam penampungan banjir lengkap dengan pompa air. Pengadaan pompa air portable submersible. Perbaikan dan leveling saluran air dalam lingkungan GI dan gardu distribusi.

Pembentukan Tim Penanggulangan Banjir di tiap-tiap GI dan Kantor Distribusi Jakarta & Tangerang Mitigasi bencana tersebut diprioritaskan bagi GI yang berada di kawasan rawan banjir.

Terkait hal itu, PLN sudah memetakan 13 GI yang berada di daerah rawan banjir dan berpotensi tergenang air. 2 GI berada di Jakarta Pusat, yakni GI Setiabudi dan GI Karet Lama. 2 GI di Jakarta Timur, GI Penggilingan dan GITET Cawang.

Sementara ada 3 GI di Jakarta Barat : GI Muarak Karang Baru, GI Kembangan dan GI Angke dan terdapat 6 GI di wilayah Jakarta Utara, yaitu GI Gambir Baru, GI Pulogadung, GI Priok, GI Pegangsaan, GI Wahana Garuda Sari, dan GI Tosan Prima. Dari sisi pengamanan pasokan listrik, PLN sudah menyiapkan beberapa skenario manuver pasokan antar GI yang terkoneksi dalam sistem kelistrikan Jakarta.

"Dalam mengantisipasi banjir, langkah pertama adalah mencegah air masuk gardu induk. Jika air tetap masuk juga maka sudah dibuat kolam kolam penampungan air di gardu induk," tambah dia.

Sementara itu General Manager PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang M. Sulastyo, mengatakan pada saat banjir 2007 yang lalu dari 42.000 gardu distribusi di Jakarta sebanyak 350 gardu terkena banjir. Saat ini 350 gardu distribusi tersebut peil (lantainya) sudah ditinggikan. Dengan demikian jika terjadi banjir, begitu banjirnya surut gardu distribusi langsung bisa dinyalakan asal rumah/tempat pelanggan tidak terendam air.

Dalam operasi listrik saat ada bencana banjir PLN sangat mengedepankan aspek keselamatan masyarakat PLN juga menyiapkan perahu karet untuk memasok logistis ke gardu yang aksesnya terendam air dan untuk membantu evakuasi warga.

Meski dalam 2 bulan kedepan ini diperkirakan masih terjadi cuaca yang ekstrem dan curah hujan yang tinggi, namun diharapkan hal ini tidak sampai menimbulkan bencana banjir besar yang bisa merendam sebagian besar wilayah Jakarta. [hid]

#pln #banjir #cuaca ekstrim #gardu induk
BERITA TERKAIT
Tahun Depan, Subsidi Setrum Kelas 900VA Dicabut
PLN Berikan Bantuan Penanaman Bibit Pohon
PLN:Pasca Gempa, Listrik di Malut dan Sulut Normal
PLN Raih Penghargaaan Brand of The Year di London
Inilah Bukti PLN Jalankan Energi Ramah Lingkungan
PLN Dukung Pembangunan Kawasan Pariwisata Nasional
Selesaikan Soal Lahan, PLN Gandeng Kementerian ATR

kembali ke atas