BOLA

Rabu, 11 Januari 2012 | 21:00 WIB
(Berkas Tuntutan KLB Telah di Verifikasi)

KPSI Minta PSSI Segera Memberikan Jawaban

Anry Dhanniary
KPSI Minta PSSI Segera Memberikan Jawaban
inilah.com/Grafis

INILAH.COM, Jakarta - Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang diberikan mandat oleh mayoritas anggota pengprov PSSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), mengaku bertanya-tanya menyangkut penyataan PSSI yang menganggap beberapa suara penuntut ilegal.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 452 pihak mengatasnamakan anggota PSSI menyerukan mosi tidak percaya dan meminta digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Bila 452 pihak tersebut memang benar anggota PSSI, berarti jumlahnya lebih dari 2/3 dari total jumlah anggota PSSI sebanyak 588 anggota. Dengan demikian, sesuai dengan statuta PSSI, PSSI wajib menggelar KLB.

Ke-452 anggota tersebut membentuk KPSI untuk mengawal proses KLB dengan langkah awal mengirimkan berkas permintaan KLB dan juga berkas data 452 anggota tersebut kepada PSSI.

Namun setelah berkas tersebut di verifikasi tahap satu oleh PSSI, badan organisasi itu menegaskan tidak semua data anggota tersebut valid karena berbagai hal, sehingga proses KLB tidak mendapat restu dari PSSI karena dianggap kurang dari 2/3 anggota yang meminta.

Keputusan PSSI itu pun langsung mengundang tanda tanya KPSI. Melalui Sekjen mereka, Hinca Panjaitan, KPSI mempertanyakan apa dasar dari pencoretan tersebut dan mengaku prihatin mengapa PSSI lebih dulu membeberkan hal tersebut ke media.

"Sampai saat ini kami belum menerima balasan dari PSSI sehingga kami tidak dalam posisi menanggapi hal tersebut. Tapi karena PSSI sudah memberitahu media, maka kita harus segera minta jawaban pasti dari mereka," ujar Hinca didepan wartawan saat menggelar konfrensi pers KPSI di kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2012).

"Yang kedua kami belum mendapat penjelasan mengapa 125 suara itu mereka anggap tidak valid," sambungnya. "Mereka membuat keputusan tanpa memaparkan penjelasannya. Padahal daftar yang kami miliki itu daftar pemilik suara kongres Solo lalu."

"Karena itu sampai sekarang sikap para Pengprov tetap tidak berubah," tegas Hinca.

Meski tidak dapat restu dari PSSI, KPSI mengaku akan terus berjalan menuju KLB tanggal 6 Maret mendatang di Surabaya dengan sebelumnya menggelar Kongres Tahunan lebih dulu di Bandung, 21 Januari mendatang.

#pssi #kpsi #hinca #djohar
BERITA TERKAIT
Tiga Suporter Indonesia Masih Ditahan di Malaysia
Menpora Malaysia: Usut Pemukulan Fans Indonesia
Kemenpora Kirim Nota Keberatan ke Malaysia
Tiba di Manila, Timnas U23 Disambut Waketum PSSI
Shin Tae-Yong Tertantang Latih Timnas Indonesia
Ketum PSSI Bertemu Presiden AFC di Kuala Lumpur
Target PSSI untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia

kembali ke atas