BOLA

Kamis, 12 Januari 2012 | 00:01 WIB
(49 Klub Diklaim Tolak KLB)

'PSSI Salah Artikan Pakta Integritas'

Anry Dhanniary
'PSSI Salah Artikan Pakta Integritas'
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 49 anggota yang telah menandatangani perjanjian tertulis untuk tetap mendukung ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin menjadi senjata PSSI untuk menangkal Kongres Luar Biasa.

Namun Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), PSSI salah mengartikan perjanjian yang populer disebut sebagai 'pakta integritas' itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, 452 pihak yang mengatasnamakan anggota PSSI sudah menyatakan mosi tak percaya pada Djohar Arifin Husin dan menuntut segera digelar KLB. Dengan jumlah tersebut, PSSI harus menggelar KLB karena angka tersebut sudah lebih dari 2/3 anggota mayoritas, satu syarat yang tertera di Statuta PSSI.

Namun, usai verifikasi tahap pertama dilakukan oleh pengurus PSSI, sekitar 80 anggota tidak diakui sebagai anggota sah organisasi sepakbola nasional itu dan 49 klub dinyatakan tetap mendukung kepengurusan Djohar Arifin Husin setelah menandatangani pakta integritas.

"Sejak dulu, sebelum diputarnya kompetisi memang pasti selalu ada perjanjian antara PSSI dan klub-klub," ujar Hinca pada konfrensi pers hari Rabu (11/1/2012). "Tapi itu hanya agar mereka tidak mundur ditengah jalan."

"Pakta integritas itu hanya komitmen dalam mengikuti kompetisi, bukan masalah ke-organisasian. Ini tidak bisa disamakan, engga nyambung, tapi ternyata tetap dipaksakan dan dijadikan alasan," tukasnya.

Selain itu ketua KPSI, Toni Apriliani mengaku sudah tidak kaget dengan keputusan dan penolakan yang dibuat oleh PSSI, sekaligus mempertanyakan sistematika verifikasi yang dilakukan oleh PSSI.

"Kami sudah prediksi itu akan dilakukan oleh mereka. Tapi kita sudah mempersiapkan semuanya. Harusnya mereka lebih dulu menjelaskan sistem verifikasi seperti apa, jangan tiba-tiba sudah ada keputusan. Ini bisa saja abal-abal (palsu)," ucap Toni disela-sela konfrensi pers tersebut.

Djohar mendapat tentangan dari anggotanya sendiri karena kebijakan-kebijakannya yang dinilai sarat kepentingan, diantaranya penggelembungan jumlah peserta kompetisi kasta tertinggi. Klub-klub yang ditambahkan tidak disaring berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku.[yob]

#pssi #kpsi #hinca #djohar
BERITA TERKAIT
Ketum PSSI Bertemu Presiden AFC di Kuala Lumpur
Target PSSI untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
PSSI Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah Piala AFF
Berikut 23 Pemain untuk Perkuat Timnas Indonesia
Riko Simanjuntak Masuk Best Starting XI ASEAN
PSSI Pecat Simon McMenemy
Susunan Pengurus PSSI 2019-2023

kembali ke atas