NASIONAL

Kamis, 12 Januari 2012 | 03:10 WIB

Kisruh Pilkada Pekanbaru Dibawa ke MK

Renny Sundayani
Kisruh Pilkada Pekanbaru Dibawa ke MK
Foto : ilustrasi

INILAH.COM,Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru memohon kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menetapkan pasangan Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk sebagai pasangan calon terpilih dalam Pemilukada Pekanbaru.

Permohonan itu sebagai tindak lanjut dari keputusan KPU Pekanbaru yang menggugurkan Firdaus-Ayat Cahyadi karena dinilai sudah tidak memenuhi syarat sebagai calon Walikota Pekanbaru.

Seperti diketahui,Firdaus-Ayat Cahyadi unggul dalam pemungutan suara ulang (PSU) pada 21 Desember 2011 lalu, tak serta-merta membuat pasangan ini resmi ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru terpilih. Pasalnya, Firdaus dituduh tidak jujur mengisi daftar riwayat hidup soal istri kedua.

Dugaan bahwa Firdaus berpoligami. Tidak ada pengakuan jujur soal daftar riwayat hidup lengkap. Selaku calon, Firdaus telah melakukan pelanggaran administratif, tegas kuasa hukum KPU Pekanbaru Maqdir Ismail melalui rilisnya,Selasa (11/1/2012).

Ditegaskan Maqdir, pihaknya (KPU Pekanbaru) sama sekali tidak ada niat untuk mendiskriminasikan Firdaus dengan mendiskualifikasinya sebagai calon peserta Pemilukada. Menurutnya, langkah itu diambil berdasarkan temuan Panitia Pengawas Pekanbaru setelah melakukan pemeriksaan dokumen dan saksi-saksi mengenai kebenaran Poligami Firdaus. "Ketua dan anggota Panwas Pekanbaru menyatakan itu merupakan pelanggaran administrasi pemilu," ujarnya.

Panwas lanjut Maqdir juga menyatakan, dari dokumen dan informulasi yang didapatkan diyakini adalah milik Firdaus. Dengan demikian, Firdaus dinilai tidak memberikan keterangan identitas asli saat mendaftarkan sebagai bakal calon seperti yang diamanatkan Undang-Undang (UU). "Calon (Firdaus) diduga keras melakukan pembohongan publik serta identitas diri di kpu kota pekanbaru," ujarnya.

KPU Pekanbaru pun lalu memohon agar MK menyatakan hasil rapat pleno tanggal 28 Desember 2011, seperti tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No. 79 tentang pengguguran Firdaus sebagai calon Walikota Pekanbaru, adalah sah dan mengikat.

KPU Pekanbaru juga memohon kepada MK untuk menetapkan pasangan nomor urut dua, yakni Septina-Erizal, sebagai peraih suara terbanyak dan menetapkannya sebagai pasangan calon terpilih dalam Pemilukada Kota Pekanbaru.

Senada dengan KPU Pekanbaru. Kuasa hukum pasangan Septina-Erizal, Iskandar Sonhaji bersikeras Firdaus tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai calon Walikota Pekanbaru. Bahkan, secara terbuka Iskandar menuding Firdaus telah melakukan pelanggaran berat, terutama dalam hal azas kejujuran.

Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Firdaus menikah dua kali. Dan ini dilakukannya dengan tidak meminta izin kepada atasannya. Dia juga melakukan pemalsuan dokumen, seperti KTP dan KK (Kartu Keluarga), beber Iskandar.

Namun, semua tudingan ini langsung disanggah keras oleh pihak Firdaus. Kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra bahkan mempertanyakan keputusan KPU Pekanbaru yang menggugurkan Firdaus sebagai calon Walikota Pekanbaru.
PSU (Pemungutan Suara Ulang) sudah dilaksanakan, hasil sudah ada, tapi baru digugurkan setelah PSU dilaksanakan. Saya agak bingung, ucapnya.

Mengenai tudingan Firdaus telah melakukan pernikahan dua kali, Yusril mempersilahkan pasangan Septina-Erizal untuk menuntut dan membawa urusan ini ke aparat kepolisian terkait pelanggaran pidana. Silahkan tuntut. Kami akan hadapi di pengadilan, pungkasnya.

#pilkada pekanbaru #kisruh #mk
BERITA TERKAIT
Jalan Penghubung Antar Desa di Sampang Rusak Parah
Minta Hujan, Warga Salat Istisqa dan Ritual Tiban
Angin Kencang Terjang 3 Desa di Kota Batu
Gunung Merapi Erupsi, Magelang Hujan Abu
Toko Pakaian Milik Artis Raffi Ahmad Terbakar
(Bandingkan Nabi dengan Sukarno) PA 212 Kasihan Dengan Sukmawati
(Bandingkan Nabi dengan Sukarno) Wasekjen MUI Sesalkan Pidato Sukmawati

kembali ke atas