NASIONAL

Minggu, 15 Januari 2012 | 01:35 WIB
(Renovasi Ruang Banggar Rp20 Miliar)

Ruangan Banggar DPR Hianati Rakyat

Marlen Sitompul
Ruangan Banggar DPR Hianati Rakyat
Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) senilai Rp20 miliar dinilai telah hianati rakyat. Pasalnya, fasilitas ruang Banggar yang menggunakan barang impor itu sangat tidak wajar.

Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait menjelaskan bahwa renovasi tersebut sangat tidak wajar, melihat kondisi masyarakat Indonesia yang masih sulit untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, serta pengangguran yang masih tinggi.

"Sebelum diputuskan semestinya di bicarakan dulu keluar, apakah setuju atau tidak, itu yang semestinya diperhatikan. Jadi, apa yang tidak diinginkan rakyat jangan dilakukan. Sudah jelas itu telah hianati rakyat," kata Maruarar ketika dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (14/1/2012) malam.

Setiap mengambil keputusan, lanjut Maruarar, Dewan semestinya terbuka kepada publik. Dikatakannya, sebagai wakil rakyat seharusnya dewan lebih mengutamakan kepentingan rakyatnya.

"Coba kita berikan akses kepada media dan LSM, coba kita terbukalah. Kita bisa menolak pembangunan gedung DPR, kenapa ini tidak bisa. Rakyat masih jauh dari kesejahteraan, saya kira dewan harus perhatikan itu," tegasnya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar renovasi ruangan Banggar yang memakan miliaran rupiah itu harus segera diungkap. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap DPR kian punah.

"Soal ini harus diklarifikasi saja dulu, siapa yang bertanggung jawab. Kepercayaan publik terhadap DPR itu semakin rendah, jadi saya kira ini harus segera dibongkar," kata Maruarar. [mar]

#renovasi #ruangan banggar #pdip #sekjend dpr #ketua d
BERITA TERKAIT
Gibran Sempat Ragu Dengan PDIP
PDIP Tanggapi Santai Pidato Surya Paloh
Surya Paloh Dinilai Berlebihan
Prabowo Apresiasi Hubungan RI dengan China
Ada Ledakan di Kejari Pare-Pare, Polisi Cek TKP
Prabowo Bahas Isu Strategis di Pertemuan ADMM
Prabowo Bahas Kerjasama Pertahanan dengan Rusia

kembali ke atas