NASIONAL

Senin, 16 Januari 2012 | 20:45 WIB

Empat Pimpinan Banggar Ikut Berperan di Kasus PPID

Ajat M Fajar
Empat Pimpinan Banggar Ikut Berperan di Kasus PPID
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhayati inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhayati sampai saat ini masih yakin jika dirinya tidak bersalah dalam kasus korupsi dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID).

Wa Ode mengatakan, dirinya ditetapkan sebagai tersangka karena dilaporkan telah menerima hadiah dari dana pengalokasian wilayah Aceh dalam PPID 2011.

"Itu tidak benar karena disitu disangkakan menyalahgunakan kewenangan sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar)," ujar Wa Ode usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan RH Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012).

Diakuinya sebagai anggota Banggar dirinya tak memeliki kewenangan untuk mengalokasikan dana PPID. Sebab kewenangan tersebut berada di tangan pemerintah. Bahkan jika ada pengalokasian dana PPID tahun 2011 tersebut tentunya bukan karena keputusannya ataupun perintah darinya.

"Terkait dengan dana PPID di 2011 teman-teman media masih ingat kejadiannya, yang mengalokasikan bukan saya tapi empat pimpinan Badan Anggaran (Banggar)," jelasnya.

Ketika didesak menyebutkan siapa saja empat pimpinan Banggar yang dimaksud mengalokasi dana PPID tahun 2011, Wa Ode enggan menyebutkan. "Ya teman-teman tahu, saya tidak mau menyebutkan," ucapnya.

Lebih lanjut, Wa Ode mengaku memiliki bukti jika dana PPID 2011 itu dialokasikan oleh empat pimpinan Banggar tersebut. Bahkan dirinya akan menyerahkan bukti itu pada pemeriksaan selanjutnya. "Fakta-fakta itu telah saya siapkan dan akan saya serahkan kepada penyidik dalam pemeriksaan selanjutnya," katanya.[bay]

#banggar #dpr #kasus suap ppid #wa ode #pan
BERITA TERKAIT
DPR Klaim Minta Kejagung Beberkan Kasus Jiwasraya
Kader Minta Jadwal & Lokasi Kongres PAN Ditinjau
DPR Prihatin dengan Kisruh di TVRI
Pansus Jiwasraya Gagal Tak Baik Bagi Iklim Politik
DPR Puji Cara Mendikbud Nadiem
Hasto Datangi KPK Dinilai Bentuk Penghormatan
Vonis Pelajar Bunuh Begal, Hakim Dinilai Bijaksana

kembali ke atas