PASAR MODAL

Selasa, 17 Januari 2012 | 03:00 WIB
(Alfiansyah)

Saya Menjagokan Saham Batu Bara Pemain Besar

Ahmad Munjin
Saya Menjagokan Saham Batu Bara Pemain Besar
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Potensi kenaikan harga batu bara 2012 ke US$143 per metrik ton, membuat saham-saham di sektor ini sangat prospektif. Inilah target teknikalnya hingga akhir Januari.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, harga batu bara terus meroket dari tahun ke tahun di New Castle yang jadi acuan. Pada 2009 harga batu bara bertenger di level Rp71,7 per metrik ton, pada 2010 di level Rp99 per metrik ton, dan 2011 di level US$120,53 per metrik ton.

Berdasarkan compound annual growth rate(CAGR), harga batu bara 2012 berpotensi naik ke US$143 per metrik ton.Saya menjagokan saham-saham batu bara yang jadi pemain besar seperti BUMI, ADRO, PTBA, ITMG, HRUM, dan BRAU, katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (16/1), saham PT Bumi Resources (BUMI.JK) ditutup melemah Rp50 (1,98%) ke level Rp2.475; PT Adaro Energy (ADRO.JK) turun Rp30 (1,65%) ke Rp1.780; PT Bukit Asam (PTBA.JK) naik Rp150 (0,77%) ke level Rp19.400;

PT Indo Tambang Raya (ITMG.JK) turun Rp500 (1,25%) ke Rp39.200. PT Harum Energy (HRUM.JK) turun Rp200 (2,73%) ke level Rp7.100; dan PT Berau Coal Energy (BRAU.JK) turun Rp10 (2,29%) ke level Rp425 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Mayoritas saham batu bara melemah kemarin. Bagaimana Anda melihat prospek saham-saham batu bara?

Sumber daya energi dan batu bara di Indonesia bersifat jangka panjang. Karena itu, investor asing sangat tertarik untuk masuk pada perusahaan batu bara di Tanah Air. Salah satunya, Aditya Birla Group, perusahaan konglomerasi multinasional asal India yang tertarik pada 15% saham BUMI. Secara goegrafis, Indonesia sangat strategis dengan pangsa pasar Asia yang besar.

India dan China merupakan pasar batu bara Indonesia terbesar. Apalagi, tingkat pertumbuhan kedua negara ini di atas rata-rata Asia. Untuk menopang pertumbuhan itu, China dan India butuh batu bara sebagai substitusi minyak.

Selain faktor India dan China?

Perluasan pangsa pasar juga masih terbuka. Apalagi, jika ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global naik, seiring meredanya krisis Eropa di mana permintaan batu bara akan tinggi. Memang, dalam situasi krisis Eropa, permintaan turun tapi pangsa pasarnya tetap ada.

Buktinya, harga batu bara terus meroket dari tahun ke tahun di New Castle yang jadi acuan. Pada 2009 harga batu bara bertenger di level Rp71,7 per metrik ton, pada 2010 di level Rp99 per metrik ton, dan 2011 di level US$120,53 per metrik ton.

Kalau begitu, bagaimana proyeksi harga batu bara 2012?

Begitu juga dengan 2012 di mana harga batu bara sangat prospektif. Berdasarkan compound annual growth rate(CAGR), harga batu bara 2012 berpotensi ke level US$143 per metrik ton. Hingga 13 Januari, harga batu bara di level US$119,56 per metrik ton.

Saham-saham apa saja yang Anda jagokan di sektor ini?

Saya menjagokan saham-saham batu bara yang jadi pemain besar seperti BUMI, ADRO, PTBA, ITMG, HRUM, dan BRAU. Sementara itu, dari sisi pertumbuhan laba yang di atas rata-rata industrinya adalah ADRO 102%, HRUM 90% dan PTBA 67% per kuartal III-2011. Pada kuartal keempat 2011 pun diperkirakan tidak akan jauh berbeda.

Karena itu, saham-saham di sektor batu bara masih sangat menjanjikan. Apalagi, batu bara menjadi kebutuhan pokok bagi industri. Artinya, masih ada demand yang cukup terbuka sehingga potential gain cukup terbuka juga untuk saham di sektor ini. Saya rekomendasikan selective buying saham-saham tersebut dengan melihat potensi pertumbuhan kinerja per emiten.

Bagaimana penjelasan teknikalnya?

Secara teknikal, tren pergerakan saham BUMI punya upside potential ke resistance Rp2.725 hingga akhir Januari. Sementara itu, ADRO, masih sideways. Tapi, jika tembus resistance Rp1.830, berpeluang menguji level psikologis Rp2.000. Untuk Januari ini, agak berat dicapai. Mungkin ada gap di level Rp1.920 untuk Januari ini secara teknikal.

PTBA Bagaimana?

PTBA memasuki area jenuh beli (overbought). Tapi, target yang akan dicapai adalah resistance Rp19.950. Untuk ITMG, lebih baik untuk menyikapinya dengan pola buy on weakness. Sebab, secara teknikal menuju level support terlebih dahulu Rp38.600. Jika support ini menjadi tahanan yang solid, bisa diakumulasi di level support ini.

Sebab, jika ITMG tahan pada support tersebut, bisa balik arah (reversal) ke level resistance Rp41.000. Tapi, jika support tidak kuat, berpotensi melemah ke level Rp36.900.

HRUM dan BRAU?

Sedangkan saham HRUM, secara teknikal menguji resistance Rp7.400. Memang sempat tersentuh, tapi tidak tembus sehingga kembali membentuk pola konsolidasi. Hati-hati, karena akan menuju support Rp6.900. Jika tembus support ini, siap-siap untuk cut loss. Sebab, ada potensi pelemahan lebih jauh ke Rp6.300. Sedangkan level resistance ada di Rp7.400.

Terakhir saham BRAU. Beberapa indikator teknikal BRAU masih variatif. Ada yang naik, tapi indikator lainnya dalam pola konsolidasi. Karena itu, sikapi dengan pola buy on weakness di level Rp425. Hati-hati jika bergerak di bawah Rp425. Sebab, ada potensi turun ke Rp370. Cut loss di level Rp420 dan target resistance di level Rp455 jika support Rp425 cukup kuat.

#saham #batu bara #alfiansyah #bumi #adro #ptba #itmg #hr
BERITA TERKAIT
Bursa Saham Asia Berakhir Variatif
Kenapa Saham Gorengan Berjatuhan?
PTPP Tawarkan Obligasi Berkelanjutan Rp1,25 T
IHSG Mulai Tertekan 0,1% ke 6.107,43
Diperiksa KPK, Ini Jawaban Dirut Jasa Marga
Yellen: Tahun Depan Tak Ada Resesi Ekonomi
Harga Minyak Berjangka Bisa Naik 2% Lebih

kembali ke atas