GAYA HIDUP

Selasa, 17 Januari 2012 | 22:05 WIB

Inilah Resep 'Jitu' Memperpanjang Usia

Dahlia Krisnamurti
Inilah Resep 'Jitu' Memperpanjang Usia
foto:ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Memiliki umur pajang dalam kondisi sehat merupakan keinginan setiap manusia.

Oleh karena itu banyak orang yang melakukan berbagai cara agar mendapatkan umur panjang. Dari meminum ramu-ramuan tradisional, menghindari stress, pola makan, olah raga teratur, dll. semua dilakukan untuk mendapatkan umur panjang.

Nah, seperti dikutip Livescience, berikut resep jitu untuk memperpanjang umur manusia:

Bekerja keras

Menurut sebuah penelitian terhadap 1.500 anak-anak dari 1920 sampai mereka wafat, menyimpulkan bahwa, seorang pekerja keras dan teliti memiliki umur lebih panjang.

Hasil ini diterbitkan pada Maret 2011 dalam sebuah buku "Proyek panjang umur: Penemuan mengejutkan terhadap kesehatan dan panjang umur dari Landmark Eight-Decade Study" (Hudson Street Press).

Hal ini mengindikasikan bahwa orang yang dapat diandalkan dan teliti rata-rata memiliki risiko kecil terhadap penyakit berbahaya dan memiliki hubungan yang stabil. Serta meningkatnya kesehatan, kebahagiaan dan usia.

Sikap teliti dan pekerja keras dapat memperpanjang umur dua hingga tiga tahun dan sama dengan 20-30% penurunan risiko kematian dini.

Kurangi jumlah kalori

Penelitian awal menunjukkan bahwa tikus yang diberi makan rendah kalori memiliki umur dua kali lipat dari yang tidak. Dan pada Juli 2008 sebuah penelitian mengumumkan bahwa memakan sedikit kalori dapat menambah umur manusia sebanyak lima tahun.

Diet ini tampaknya bekerja dengan menurunkan rata-rata metabolisme tubuh, mengurangi frekuensi sakit berkaitan dengan umur, dengan mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh.

Hal ini dapat terjadi dengan mengurangi level hormon thyroid, ungkap studi pada Juni 2008 dalam Journal Rejuvenation Research.

Hal ini mendapat dukungan melalui penelitian yang diungkapkan Journal of Nutrition pada Januari 2009. Namun dampaknya bagi manusia masih diperdebatkan.

Kenali apa yang Anda makan

Studi terhadap tikus yang dipaparkan di Association for Cancer Research pada April 2010, mengindikasikan bahwa apa yang orangtua Anda dapati baik dari makanan atau lingkungan sekitarnya dapat berdampak tidak hanya bagi kesehatannya sendiri, tetapi juga terhadap keturunannya.

Penelitian serupa yang dipublikasikan di Journal Cell, Desember 2010 menyatakan bahwa diet ayah dapat mempengaruhi ratusan gen keturunannya, termasuk gen yang berhubungan dengan lemak, kolesterol dan prosesnya di hati. Perubahan gen seperti ini disebut epigenetic.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal Nature 2011, setidaknya dalam cacing, perubahan epigenetic ini dapat diturunkan hingga beberapa generasi.

Protein Arrestin

Cacing yang menjadi favorit para peniliti, nematode C. elegans membuat terungkapnya sebuah protein yang disebut arrestin dan dipercaya dapat mempengaruhi usianya.

Lahir tanpa arrestin berarti, cacing dapat hidup tiga kali lebih lama daripada biasanya. Sedangkan dilahirkan dengan arrestin berlebih, umurnya terpotong sepertiga.

Namun studi masih dilakukan bagaimana sel-sel yang mempengaruhi hewan-hewan lab (tikus dan cacing) dapat membantu memperpanjang umur manusia.

Studi lain memperkuat hal tersebut yang diterbitkan oleh Journal of the American Geriatrics Society pada Agustus 2011 yang mengatakan bahwa, pola hidup cenetarian (manusia yang berumur lebih dari 100 tahun) sama dengan sebagian besar manusia lain.

Seperti seorang wanita yang berumur 107 tahun telah merokok selama 90 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa genetik memiliki peran besar terhadap cenetarian. Tapi perlu diingat, Anda jangan terjatuh dari gaya hidup sehat karena genetik itu adalah semacam permainan kesempatan.

Menikah

Butuh alasan untuk segera menikah? Bagi pria, hasilnya dapat berarti umur yang lebih panjang.

Data dari buku "Proyek Panjang umur" mengindikasikan bahwa pria yang menikah dan langgeng cenderung memiliki umur di atas 70, dan kurang dari sepertiganya yang sudah bercerai mencapai umur tersebut. Sedangkan pria yang tidak menikah hidup lebih lama dari yang bercerai (bukan yang sepertiga) tapi kalah dari yang tetap langgeng.

Bagi wanita efeknya lebih kecil, tapi tetap ada. Rata-ratanya, pria menikah hidup 10 tahun lebih lama daripada yang tidak dan wanita menikah sekitar empat tahun lebih lama daripada yang tidak.

Ada beberapa hipotesis mengapa pria menikah berumur lebih panjang. Pertama, mungkin pria akan hidup lebih sehat dan mengambil risiko lebih sedikit setelah menikah, atau istri mereka membantu mereka tetap terhubung dengan kehidupan sosial, karena bersosialisasi mempunyai dampak positif terhadap umur yang panjang. [mor]

#umur panjang #sehat #bekerja keras
BERITA TERKAIT
(Agar Tubuh Sehat) Jangan Salah Pilih Suplemen
(Jaga Sumber Air untuk Hidup Sehat) Ribuan Relawan Gelar Aksi Bersih Sungai
(Raih Juara Sprint Distance) Tips Sehat Ala Jauhari Johan
Dive Nobatkan Indonesia, Best Destination 2019
Lounge Baru Terminal 2 Soetta Manjakan Travellers
(Kemenparekraf) Sales Mission Singapura Promo Danau Toba-Mandalika
Kompetisi Bunga Internasional Libatkan Siswa SD

kembali ke atas