PASAR MODAL

Selasa, 17 Januari 2012 | 18:15 WIB

Data Ekonomi China Dongkrak Bursa Asia

Mosi Retnani Fajarwati
Data Ekonomi China Dongkrak Bursa Asia
asiaone.com

INILAH.COM, Jakarta - Bursa-bursa saham di Asia berakhir menguat pada perdagangan hari ini, seiring dengan data pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan.

Hal tersebut cukup menenangkan investor di tengah kekhawatiran akan kondisi krisis utang Eropa yang berpotensi menyeret perekonomian global.

Produk Domestik Bruto (PDB) China untuk kuartal IV 2011 tumbuh 8,9% dibanding periode yang sama dengan tahun sebelumnya. Kendati angka tersebut adalah yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir dan lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 9,1%, namun mengalahkan perkiraan sebelumnya yang sebesar 8,7%.

Berdasar data yang dikutip dari CNBC.com, Selasa (17/1), indeks saham China ditutup naik 4,2%, angka ini merupakan yang terbesar sejak Oktober 2009. Penguatan didukung oleh optimisme atas kebijakan pemerintah yang lebih mendukung pasar saham, usai beberapa media melaporkan potensi pasar saham. Indeks Shanghai Composite naik 4,18% ke 2.298,4. Penutupan tertinggi sejak 9 Desember 2011.

Media pemerintah melaporkan bahwa China akan mempercepat persetujuan kebijakan bagi investor asing agar lebih tertarik untuk bermain saham di Cina. Sementara Bursa Saham Shanghai akan menangguhkan peluncuran dewan ineternasional, membatasi penerbitan saham baru.

Indeks saham Hong Kong berakhir menguat, didongkrak oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2011 China yang menguat dari kuartal sebelumnya. Indeks Hang Seng ditutup naik 3,24% ke 19.627,75. Indeks China Enterprises melonjak 4,51% menjadi 10.962,42.

Saham Aluminium Corp of China (Chalco) yang merosot lebih dari 52% pada 2011, melonjak 8,1%. Saham sektor industri dasar China tepatnya semen, menguat. Saham China National Building Materials naik 10,9% dan saham Anhui Conch Cement naik 9,9%.

Indeks Nikkei Jepang berakhir menguat seiring pencapaian pertumbuhan ekonomi China yang melebihi perkiraan dan adanya permintaan yang solid atas lelang surat utang Perancis. Hal tersebut menumbuhkan keyakinan para investor di tengah penurunan peringkat utang Eropa.

Saham produsen robot Fanuc adalah saham yang mencatatkan penguatan terbesar di Nikkei dengan naik 3,2%. Sektor konstruksi dan teknik perusahaan melanjutkan penguatan dengan naik 3,1%, sehubungan dengan ekspektasi para investor usai tsunami dan gempa bumi pada Maret lalu. Saham Obayashi, Kajima dan Shimizu menguat dengan kisaran 3-3,6%. Sementara saham Tobishima naik 37,5% dan saham Daisue Construction berakhir menguat 57,8%. Indeks Nikkei225 naik 1,1% menjadi 8.466,4, sedangkan indeks Topix naik 0,9% menjadi 731,53.

Indeks saham Seoul menguat, dipicu oleh penguatan sektor perbankan, dengan saham Shinhan Financial naik 7,4% sementara saham Hana Financial naik 6%. Indeks KOSPI naik 1,8% menjadi 1.892,74.

Indeks saham Australia naik 1,7% ke level tertinggi dalam 5 minggu, didorong oleh data yang menunjukkan perekonomian China tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal terakhir 2011 dan data produksi dari dua penambang biji besi ternama. Indeks ASX 200 naik 68,4 poin ke 4.215,6. Indeks NZX 50 naik 0,8% menjadi 3.234,8.

Saham penambang biji besi ketiga terbesar Australia, Fortescue Metals naik 3,9% setelah mengumumkan produksi Desember 2011 yang melebihi target awal. Saham Rio Tinto juga naik 1,3% setelah membukukan kenaikan produksi 2% pada kuartal empat 2011, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di Asia Tenggara, indeks Singapura Straits Times menjadi 2.815,85 atau naik 2,15% dan indeks Malaysia KLCI naik 0,68% menjadi 1.519,36.

#bursa asia #krisis eropa #ihsg #data pertumbuhan eko
BERITA TERKAIT
Miliki US$110 M, Gates Jadi Orang Terkaya Lagi
Bursa Saham AS Berpotensi Positif
Bursa Saham Eropa Masih Bergerak Terbatas
Bursa Asia Mainkan Isu Perang Tarif di Area Hijau
IHSG Kurangi Kerugian ke 6.122,62
China Kian Berburu Aset NonDolar AS
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif

kembali ke atas