METROPOLITAN

Rabu, 18 Januari 2012 | 02:30 WIB

RSUD Jaksel Pendanaan Pertama Melalui Obligasi

Wahyu Praditya Purnomo
RSUD Jaksel Pendanaan Pertama Melalui Obligasi
Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati IST


INILAH.COM, Jakarta - Pembangunan RSUD Jakarta Selatan melalui pendanaan obligasi daerah. Pembiayaan pembangunan melalui Obligasi Daerah ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati, mengatakan, pendanaan pembangunan RSUD Jakarta Selatan melalui Obligasi Daerah. Rencana pembangunan RSUD Jakarta Selatan ini akan menelan biaya senilai Rp 185 miliar rupiah.

Dijelaskannya, saat ini, hanya Jakarta Selatan yang tidak memiliki RSUD, sedangkan wilayah lainnya sudah ada seperti RS Tarakan Jakarta Pusat, RS Budhi Asih dan RS Pasar Rebo, Jakarta Timur, RS Koja Jakarta Utara, dan RS Cengkareng, Jakarta Barat, dan RSUD Kepulauan Seribu.

Dien mengatakan, Pemprov DKI Jakarta saat tengah membuat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk pembangunan RSUD Jaksel. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta sedang membuat Amdal. Sambil menyelesaikan perencanaan lainnya, seperti membuat Detail Engenering Design (DED) dan Perizinan Berdasarkan Undang-undang Ganguan.

"Setelah DPRD ketok palu mengenai pembangunan RSUD ini, akan ada lelang dulu. Setelah itu baru pembangunannya," jelasnya. RSUD ditargetkan rampung akhir 2013 mendatang, dan direncanakan memiliki kapasitas 432 tempat tidur. RSUD Jakarta Selatan juga telah disayembarakan desainnya yang mengacu konsep green hospital, dengan taman dan pohon-pohon di sebagian areal RSUD. Dengan begitu, diharapkan pasien yang dirawat bisa menghirup udara segar dan merasa nyaman.

Program RSUD Jakarta Selatan awalnya dilakukan dengan pembebasan lahan yang terletak di Jalan Rengas Raya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan pada tahun 2006. Papan juga bertuliskan "Disini akan dibangun RSUD Jakarta Selatan" juga sudah dipasang. Kala itu, rencana pembangunan RSUD itu dirintis oleh Badan Perencanaan Kotamadya (Bapekodya) Jakarta Selatan sejak tahun 2004 dengan membuat Studi Pendahuluan (Preliminary Study) lokasi pembangunan RSUD Jakarta Selatan. Pada tahun 2005 program pembebasan lahan dilakukan. Namun lokasi itu dinilai tidak strategis karena berada di jalan lingkungan, sulit diakses dan kerap dilanda banjir.[dit]

#rsud #jaksel #obligasi
BERITA TERKAIT
BPRD Tagih Pajak ke Rumah Para Penunggak
(Operasi Zebra Jaya) Polisi Amankan 800 Kendaraan Bermasalah Pajak
BPN Kota Depok Tertibkan Warga Berdalih Verponding
Anies Temui Pembalab Formula E Asal Belgia
Banyak Nama Cawagub, Anies: Harus Bisa Kerja Sama
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Hari Ini
Lagi, Prostitusi Berkedok Karaoke Ditutup Anies

kembali ke atas