EKONOMI

Kamis, 16 Februari 2012 | 16:32 WIB

Dua Sumur Baru PHE WMO Mulai Alirkan Migas

Charles Maruli Siahaan
Dua Sumur Baru PHE WMO Mulai Alirkan Migas
IST

INILAH.COM, Jakarta Dua sumur baru yang dibor Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO) berhasil memproduksikan minyak sebanyak 4.900 barel per hari dan 5,6 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Menurut Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), Gde Pradnyana, pencapaian ini meningkatkan produksi PHE WMO yang pada akhir Januari 2012 sempat merosot di bawah 11.000 barel per hari. Per 16 Februari, produksi PHE WMO sebesar 15.500 barel minyak per hari dan 149 juta kaki kubik gas per hari, katanya di Jakarta, Kamis (16/2).

Gde menjelaskan, akhir Februari ini produksi PHE WMO diperkirakan meningkat lagi karena masih ada satu sumur baru yang mulai berproduksi. Selain itu, ada tiga sumur yang akan distimulasi.

Sejak Agustus 2011, operator blok tersebut menggunakan dua rig untuk melakukan pengeboran di lima sumur. PHE WMO akan menambah satu rig lagi pada Juli 2012 serta tiga platform baru. Kami berharap akhir tahun ini produksi minyak PHE WMO bisa mencapai 30.000 barel per hari, kata dia.

Gde mengakui tidak mudah meningkatkan kapasitas produksi secara frontal di Blok WMO. Salah satu alasannya, saat diambil alih Pertamina pada Mei 2011 lalu, produksi minyak di Blok WMO sedang mengalami penurunan akibat tiadanya investasi menyusul ketidakjelasan perpanjangan kontrak dan siapa yang menjadi operator Blok WMO.

Pada Agustus 2010 produksi minyak di Blok WMO pernah mencapai 26.000 barel per hari. Tapi karena nyaris tidak ada investasi baru, produksi terus merosot. Pada tahun Januari 2011 menjadi 19,000 barel per hari. Saat Pertamina mengambil alih blok tersebut pada awal Mei 2011, produksinya tinggal sekitar 13.000 barel per hari.

Senior Executive Vice President and General Manager, PHE WMO, Imron Asjhari mengatakan, menghadapi kondisi ini, pekerjaan utama Pertamina saat mengambil alih Blok WMO adalah menghambat proses penurunan produksi dengan mengoptimalkan sumur-sumur minyak yang telah ada dan sesegera mungkin melakukan pengeboran sumur baru.

Pencapaian produksi saat ini berkat penambahan produksi dari sumur baru dan optimalisasi sumur-sumur yang lama. Tanpa usaha itu, pastilah penurunan produksi di Blok WMO akan lebih parah lagi," kata dia.

Pihaknya optimis, ke depan produksi Blok WMO bisa ditingkatkan lagi. Sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Blok WMO ditargetkan bisa memproduksi minyak 40.000 barel per hari dan dan 200 juta kaki kubik per hari pada 2015 nanti.

Tak hanya itu, peluang untuk mendapatkan cadangan baru masih besar. Saat ini blok tersebut masih mempunyai 66 prospek dan leads eksplorasi. Rasio keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi di WMO mencapai 80 persen dan penggantian cadangan rata-rata masih di atas 100 persen dalam sepuluh tahun terakhir. [hid]

#pertamina ep #pertamina wmo #bp migas
BERITA TERKAIT
Pemerintah Disarankan Batal Ajak Swasta Jual Avtur
Pengganti Susi Dorong Pariwisata Bahari Konservasi
Mendes PDTT Resmikan Infrastruktur Desa Perbatasan
AP II Ingin Kualanamu Terbesar & Canggih di Barat
Mentan Bantu Mobil TTIC dan Coldstorage ke Sulsel
Mentan SYL Ajak Milenial Jadi Bagian dari Gratieks
Kementan: Pekan PVT Dorong Industri Benih Nasional

kembali ke atas