METROPOLITAN

Kamis, 16 Februari 2012 | 22:10 WIB

Janjian Lewat SMS, MS Disetubuhi di Halaman SD

Janjian Lewat SMS, MS Disetubuhi di Halaman SD
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Tuban - Janjian bertemu melalui pesan singkat (SMS), MS, gadis dibawah umur yang masih berusia 14 tahun disetubuhi kenalannya di halaman Sekolah Dasar (SD) Talangkembar, Montong, Tuban, Kamis (16/2/2012).

Data yang dihimpun, sebelum kejadian, MS yang masih duduk dibangku SMP, mendapat SMS dari pelaku, Sunardi (19), warga Desa Nguluhan. Isi SMS tersebut, Sunardi meminta ketemuan dengan korban, dengan alasan ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada korban.

Setelah ditentukan tempat dan waktunya, akhirnya keduanyapun bertemu di halaman SDN Talangkembar, Montong, Tuban.

Setelah bertemu dengan Ms dan kondisi sekolahan yang sepi, pelaku pun mulai beraksi dengan merayu korban. Karena termakan rayuan pelaku, satu persatu pakaian korban dilucuti hingga terjadilah persetubuhan.

"Awalnya setelah merayu, pelaku membuka celana korban, setelah kondisi celana terbuka pelaku menidurkan korban di lantai teras sekolahan SD tersebut," terang Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Nursento, Kamis (16/2/2012).

Usai kejadian tersebut, lanjut Nurseto, korban kemudian melaporkan kepada orang tuanya, sehingga orang tua korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian persetubuhan yang dilakukan oleh Nardi tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Montong.

"Setelah ada laporan dari keluarga korban pelaku langsung dijemput oleh petugas di rumahnya, saat ini untuk pelaku masih mejalani pemeriksaan di UPPA Polres. Jika terbukti pelaku bisa dijerat dengan undang-undang tentang perlindungan anak," pungkasnya.[beritajatim]

#kriminal #perkosaan #abg
BERITA TERKAIT
Gara-gara Program Anies Ramai Ingin Jadi Warga DKI
Pagi Ini, Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan
Polisi Selidiki Pembongkaran Portal Sungai Turi
Hari Ini Cuaca Jakarta Cerah Berawan
(Teror Ait Keras Di Jakarta Barat) Pelaku Siram Korban Dengan Soda Api, Ini Efeknya
Polisi Tangkap Pelaku Teror Air Keras Di Jakbar
Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal

kembali ke atas