EKONOMI

Sabtu, 18 Februari 2012 | 16:44 WIB

Inilah Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia

Dian Ichsan Siregar
Inilah Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia
IST

INILAH.COM, Jakarta - Beberapa faktor dinilai mendukung kenaikan harga minyak dunia saat ini, baik cuaca, ketegangan politik di selat Hormuz Iran. Kondisi ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi.

Pengamat perminyakan dari Center for Petroleum Economics Studies (CPES) Kurtubi mengatakan minyak mentah dunia tetap akan cenderung menunju level US$130 per barel. Salah satu pemicunya ancaman penutupan selat Hormuz oleh Iran.

"Untuk kenaikan harga minyak Brent tanpa ada asumsi krisis Selat Hormuz bisa mencapai sekitar US$130 per barel," ujar pengamat perminyakan Kurtubi kepada INILAH.COM, Sabtu (18/2/2012).

Dia menjelaskan, sekarang faktanya harga minyak terus melambung. Faktor lain yang mendukung adalah musim dingin di Eropa, Amerika, dan Asia Utara dengan salju tebal. Kawasan ini pasti memerlukan penghangat sehingga kebutuhan energi mengalami peningkatan.

Menurutnya, dampak dari kenaikan harga minya tersebut semakin mendorong tingkat inflasi dan kegiatan ekonomi. Untuk Indonesia akan merasakan harga barang impor mengalami kenaikan.

Sementara, dampak terhadap APBN bisa dari sisi penerimaan dan pengeluaran. Untuk penerimaan, akan terjadi kenaikan penerimaaan negara dari sektor Minyak dan Gas (Migas). Sedangkan dari sisi pengeluaran, akan terjadi kenaikan subsidi BBM, karena harga minyak yang diimpor menjadi lebih mahal.

"Pertumbuhan ekonomi yang di Indonesia tentunya akan mengalami tekanan dari kondisi ini," katanya. [hid]

#minyak dunia #inflasi #bbm #pertumbuhan ekonomi #apbn
BERITA TERKAIT
Dilarang Galau, Pertamina Jamin Stok BBM Aman
Pemerintah Perbaiki Kualitas Belanja, Naikkan PDB
Begini Cara Menteri Teten Hidupkan Smesco
(Best Bank Award 2019) Tahun Depan, Tantangan Perbankan Makin Besar
PLN:Pasca Gempa, Listrik di Malut dan Sulut Normal
Jasa Raharja Apresiasi Traffic Hero di Jalan Raya
Langkah KLHK Bentuk Tenaga Teknis Kehutanan

kembali ke atas