NASIONAL

Senin, 20 Februari 2012 | 21:00 WIB

Regulasi Turut Picu Konflik Pemilukada

Sumitro
Regulasi Turut Picu Konflik Pemilukada

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Yan Herizal menilai terjadinya konflik penyelenggaraan Pemilukada yang berujung pada kerusuhan di berbagai daerah, tidak bisa dilepaskan dari masalah regulasi. Yakni adanya perbedaan pada beberapa pasal dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007.

"Masalah pemutakhiran data pemilih, menurut UU 32 tahun 2004 pemutakhiran data pemilih didasarkan pada data pada pemilu terakhir, sementara menurut UU 22 tahun 2007 sumber data yang digunakan untuk pemutakhiran berasal dari data kependudukan pemerintah," tegasnya usai rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu, di Gedung DPR, Senin (20/2/2012).

Jika regulasi ini tidak segera dibenahi, secara tidak langsung membuka ruang bagi terjadinya konflik yang berujung kerusuhan di masa mendatang. Selain regulasi, konflik penyelenggaraan Pemilu Kada juga tidak bisa dilepaskan dari KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi dan peserta Pemilu Kada itu sendiri.

Karena dalam berbagai kasus, KPU terkadang turut memberikan kontribusi potensi konflik dengan mengabaikan integritasnya penyelenggara. Yan mencontohkan adanya anggota KPU yang bertindak tidak netral, tidak profesional dan terlibat dalam kepentingan kelompok tertentu.

"Selanjutnya, peserta Pemiluk baik itu dari jalur partai maupun perorangan juga kerap menjadi sumber konflik, karena ketidaksiapan mereka untuk kalah. Yakni dengan memobilisasi massa pendukungnya," ungkap politisi PKS ini.

Dengan kata lain, Yan Herizal menyebut masih sedikit sikap para peserta yang mau menerima kekalahan serta masih banyak juga sikap mencari-cari kesalahan pihak lawan walaupun tidak didukung bukti dan argumen yang baik. [tjs]

#pemilukada #pilkada #kpu
BERITA TERKAIT
(Kasus Suap Gula di PTPN III) KPK Panggil Dua Dirut PTPN
KPK Periksa Tenaga Ahli Fraksi PAN DPR RI
Komponen Cadangan Pertahanan Tidak Bersifat Wamil
Presiden PKS: Jokowi Berhasil Tunaikan Niatnya
Komponen Cadangan, Prabowo Akan Libatkan Nadiem
Prabowo Bahas Komponen Cadangan Pertahanan di DPR
Paloh: Ingin Saya Peluk Erat Jokowi Tapi tak Bisa

kembali ke atas